Mendag akan wajibkan produsen minyak goreng bikin kemasan Rp11.000 per liter

Selasa, 4 Juli 2017 | 15:38 WIB ET
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan produsen minyak goreng dari sejumlah produksinya dikemas secara sederhana dengan harga Rp 11.000 per liter.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Jakarta, Selasa (4/7/2017), mengatakan, pihaknya akan membahas kebijakan kewajiban bagi produsen untuk menyediakan minyak goreng seharga yang ditetapkan pemerintah tersebut bersama Kementerian Pertanian dan asosiasi serta pengusaha.

"Pastinya minyak goreng akan kita tentukan jumlah yang wajib dikemas dengan harga Rp11.000 per liter. Jadi sekian persen dari total produksi, harus berbentuk minyak goreng kemasan sederhana dengan harga jual yang ditetapkan pemerintah dan disepakati pengusaha yaitu Rp 11.000 per liter," kata Enggar.

Mantan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) ini menyatakan untuk berapa jumlah persentase dari hasil produksi minyak yang harganya ditentukan tersebut masih belum diputuskan. Besaran kewajiban minyak goreng yang dikemas dengan harga Rp 11.000 per liter tersebut masuk harus dibahas lebih dalam lagi.

Namun yang pasti, sambung Enggar nantinya akan dibagi dua bagian antara hulu dan hilir. Bagi industri yang mengolah saja, tidak mempunyai CPO, akan dibantu dengan mendorong sumber bahan bakunya.

"Itu akan kita lakukan secara bertahap, sehingga komoditas yang sudah terkendali tetap kita kendalikan. Dan dari usaha kuliner atau usaha makanan-minuman, tidak terganggu fluktuasi," ujarnya.

Enggar mengatakan jika industri lanjutan tidak terganggu masalah fluktuasi harga, industri tersebut juga tidak punya celah untuk melakukan yang namanya ketidakpastian atau suatu permainan harga. Sebab dalam dunia usaha, unsur ketidakpastian masuk dalam cadangan biaya guna menetapkan harga jualnya.

"Kalau itu kita sudah bisa pastikan, komponen itu (biaya ketidakpastian) harus tidak ada. Dan kita akan minta asosiasi hilangkan itu, sehingga harga harus turun lagi. Dari hulu dan hilir harus kita kendalikan. Itu yang dipesan Pak Presiden Jokowi," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: