Jasindo bayarkan klaim asuransi nelayan Rp 12 miliar di Jatim

Senin, 3 Juli 2017 | 19:11 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatat penyaluran klaim asuransi nelayan yang masuk dalam program  Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) di wilayah Jatim mencapai Rp 12 miliar sejak program ini diluncurkan pada November 2016.

Kepala Cabang Jasindo Surabaya, Setiadi Imansyah, mengatakan klaim tersebut dibayarkan kepada 80 ahli waris nelayan yang mengalami kecelakaan hingga meninggal ketika melaut atau aktifitas lain. Ia mengatakan saat ini di Jatim ada sekitar 100 ribu nelayan ikut dalam program yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Hari ini kami menyerahkan secara simbolis klaim kepada salah satu ahli waris nelayan asal Kota Surabaya. Melalui pembayaran klaim ini kami ingin pula menyosialisasikan pentingnya asuransi bagi para nelayan," katanya di sela penyerahan secara simbolis klaim asuransi sebesar Rp 160 juta kepada ahli waris nelayan atas nama Ambiyah asal Kelurahan tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo Surabaya di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (3/7/2017).

Dalam program asuransi nelayan ini, perlindungan diberikan kepada nelayan yang mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya pengobatan, mengalami cacat tetap maupun meninggal dunia karena kecelakaan pada waktu melakukan penangkapan ikan maupun di luar aktivitas penangkapan ikan.

Besar santunan yang dapat diterima nelayan apabila kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 200 juta, di luar aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 160 juta, apabila mengalami cacat tetap sebesar maksimal Rp 100 juta dan apabila memerlukan biaya perawatan akibat suatu kecelakaan sebesar Rp 20 juta.

Untuk bisa mendapatkan polis asuransi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh nelayan tersebut diantaranya adalah memiliki KTP, kartu nelayan, berusia maksimal 65 tahun, tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi dari yang masih berlaku untuk risiko yang sama dan tidak menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang undang-undang.

Semua biaya premi dalam program ini sebesar Rp 175 ribu per orang ditanggung sepenuhnya oleh KKP.

Saat ini di seluruh Indonesia jumlah peserta asuransi nelayan ini mencapai 500 ribu orang nelayan. Di wilayah Jatim, banyak  nelayan di beberapa daerah sentra perikanan tangkap seperti Tuban, Lamongan, Madura hingga Banyuwangi sudah tercover asuransi ini.

Khusus di wilayah Surabaya, ada 1.700 nelayan yang sudah ikut dalam program asuransi ini. Diharapkan tahun depan jumlahnya bertambah menjadi 2.200 nelayan. Setiadi menambahkan tahun ini ditargetkan ada 100 ribu nelayan baru yang tercover asuransi ini di wilayah Jatim. kbc8

Bagikan artikel ini: