Medio 2017, penerimaan bea dan cukai baru tercapai 30,12 persen

Kamis, 29 Juni 2017 | 10:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hingga hampir tutupnya semester I tahun 2017, atau tepatnya sejak awal tahun hingga 21 Juni 2017, realisasi penerimaan bea dan cukai baru sebesar Rp 57,6 triliun. Angka itu bahkan belum mencapai separuh target, yaitu hanya 30,12% dari target dalam APBN 2017 yang sebesar Rp 191,23 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu), jumlah tersebut terdiri dari penerimaan dari bea masuk Rp 15,6 triliun dari target Rp 33,7 triliun.

Sementara realisasi penerimaan cukai tercatat hanya sebesar Rp 40,2 triliun dari target Rp 157,2 triliun. Sedangkan realisasi penerimaan bea keluar sudah mencapai Rp 1,6 triliun dari target Rp 300 miliar.

Meski demikian, Direktur Potensi Penerimaan dan Perencanaan Strategis Ditjen Bea dan Cukai Kemkeu Sugeng Aprianto mengatakan, realisasi penerimaan tersebut lebih tinggi dibanding tahun lalu. Periode yang sama tahun lalu, realisasi penerimaan bea dan cukai sebesar Rp 52 triliun.

"Kalau dibanding tahun lalu, ini tumbuh 8,9%," kata Sugeng di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (22/6/2017).

Lebih lanjut menurutnya, realisasi penerimaan bea masuk tumbuh 2,6% year on year (YoY). Realisasi penerimaan cukai lanjut dia, tumbuh 10,6% YoY. Dan realisasi penerimaan bea keluar tumbuh 44% YoY.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya memperkirakan adanya selisih antara realisasi penerimaan perpajakan dengan target (shortfall) tahun ini mencapai Rp 50 triliun. Meski demikian menurut Sugeng, shortfall penerimaan bea dan cukai saja tidak terlalu besar. "Angkanya tidak besar," kata dia.

Sayangnya Sugeng masih belum mau menyebut perkiraan shortfall penerimaan bea dan cukai di tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: