Tak bagi dividen, Fortune Mate manfaatkan laba 2016 untuk belanja lahan

Jum'at, 9 Juni 2017 | 22:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten pengembang properti PT Fortune Mate Indonesia Tbk. berhasil membukukan laba bersih spanjang tahun 2016 senilai Rp250,75 miliar, atau tumbuh 204,94% dibanding perolehan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp82,23 miliar.

Namun emiten dengan kode saham FMII ini memutuskan untuk menahan laba tahun 2016 tersebut dan akan dimanfaatkan sebagai modal kerja perseroan tahun ini.

Direktur Fortune Mate Indonesia, Aprianto Susanto mengatakan, melonjaknya laba bersih perseroan pada tahun lalu diakibatkan adanya penjualan lahan yang dimiliki perseroan. Sebagai perusahaan pengembang properti, aset utama perseroan adalah adanya cadangan lahan (land bank).

"Untuk itu, perseroan memutuskan laba di 2016 ditahan dan akan kami gunakan untuk belanja lahan, karena tahun kemarin kami jual lahan kami sehingga aset menurun. Selain itu, untuk mengembangkan pergudangan di kawasan Tambak Sawah, Sidoarjo," ujarnya pada paparan publik perseroan di Surabaya, Jumat (9/6/2017).

Aprianto menyebutkan, salah satu pendorong pendapatan laba bersih 2016 adalah penjualan lahan perseroan seluas 34 hektare di kawasan Benowo, Surabaya. Lahan tersebut dilepas kepada developer lain, yakni Sinarmas Land melalui anak usahanya.

Kendati lahan di kawasan Surabaya Barat tersebut dilepas, perseroan ikut dalam pembangunan proyek kawasan tersebut. Perseroan dengan Sinarmas Land juga membentuk perusahaan bernama PT Mitra Karya Multiguna, di mana FMII memiliki saham sebesar 18%.

Untuk pengembangan bisnis di tahun 2017, Fortune Mate berencana membeli lahan seluas sekitar 40 hektare di kawasan Kandangan dan Tambak Oso Surabaya. FMII juga tengah mengembangkan kawasan pergudangan premium seluas 6 hektare di Tambak Sawah, Sidoarjo.

Aprianto menuturkan, perseroan membidik bisnis pergudangan melihat bertumbuhnya perdagangan online atau e-commerce yang membutuhkan tempat penyimpanan barang atau pergudangan beberapa tahun ke depan.

"Kawasan pergudangan tersebut terdiri dari 92 unit gudang dan 61 unit ruko. Saat ini sebanyak 14 unit gudang dan 2 unit ruko telah terjual," katanya.

Sekadar catatan, sepanjang tahun 2016, FMII mencatatkan penjualan bersih senilai Rp402,07 miliar atau naik 68,33% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp238,86 miliar. Komposisi penjualan terdiri dari hasil penjualan lahan senilai Rp351,86 miliar dan penjualan rumah dan gudang senilai Rp50,2 miliar.

Sedangkan untuk kuartal I/2017, penjualan bersih yang dibukukan senilai Rp8,59 miliar dengan laba kotor senilai Rp5,27 miliar dan laba komprehensif entitas induk senilai Rp655 juta.

Perseroan memandang sektor properti pada tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga dinilai memberikan banyak kemudahan untuk bisnis properti, seperti pemangkasan biaya pajak penghasilan untuk pembelian rumah/properti dari 5% menjadi 2,5%.

"Untuk tahun ini, kami tidak ada target penjualan karena memang land bank sudah habis. Kami mengandalkan penjualan gudang dan ruko," ujar Aprianto. kbc7

Bagikan artikel ini: