Masih rendah, kesadaran pelaku UKM terhadap asuransi

Kamis, 8 Juni 2017 | 12:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kesadaran pelaku usaha kecil menengah (UKM) atas pentingnya asuransi masih berbanding terbalik dengan risiko-risiko yang harus dihadapi. Data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2013 mencatat hampir 90 persen pelaku UKM di Indonesia belum terlalu memikirkan soal asuransi ataupun bagaimana cara melindungi bisnis mereka.

"Bayangkan jika terjadi bencana alam atau kebakaran yang merusak pabrik atau bahan baku bisnis UKM. Jika tidak memiliki asuransi, kerugian properti dan bisnis harus ditanggung sendiri dan menggangu operasional bisnis secara keseluruhan," jelas Corporate & Commercial Director dari PT Zurich Insurance Indonesia Wirahadi Suryana dalam keterangannya, Rabu (7/6/2017).

 

Dia mengatakan asuransi properti belum terlalu dikenal di masyarakat Indonesia. Hal ini karena banyak orang beranggapan bahwa asuransi properti itu mahal. Padahal jika dihitung-hitung, perbaikan atas properti yang rusak karena terkena musibah dan tidak diasuransikan jauh lebih mahal.

"Dengan mengasuransikan properti bisnis yang kita miliki, secara tidak langsung kita juga mengamankan investasi jangka panjang kita,” ungkap Wirahadi Suryana, Corporate & Commercial Director dari PT Zurich Insurance Indonesia.

 

Indonesia terletak di kawasan ring of fire. Karenanya negara ini termasuk negara yang sangat rawan terkena bencana seperti letusan gunung berapi, gempa, longsor, banjir dan bencana lainnya. Risiko bencana yang dihadapi pelaku usaha menjadi sangat tinggi.

Apalagi untuk usaha kecil menengah (UKM) yang seringkali menghadapi tantangan dan risiko yang lebih tinggi dibanding perusahaan besar, terutama di sisi permodalan dan ketergantungan terhadap pemilik.

Merujuk pada data yang dihimpun oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), pertumbuhan premi asuransi harta benda atau properti pada kuartal I/2017 memang sempat mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 0,7 persen.

Namun demikian,  asuransi properti memiliki potensi besar untuk terus tumbuh di masa depan. Terutama, melihat besarnya upaya dan dukungan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia dan penetrasi asuransi properti yang masih rendah. kbc10

Bagikan artikel ini: