Incar penjualan Rp1 triliun, Sekar Laut perkuat pasar Eropa

Jum'at, 2 Juni 2017 | 21:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Produsen kerupuk PT Sekar Laut Tbk menargetkan penjualan sepanjang tahun 2017 ini sebesar Rp 900 miliar - 1 triliun. Pada kuartal I/2017, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 211,3 miliar atau tumbuh 7 persen dibanding penjualan di periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PT Sekar Laut Tbk, Harry Sunogo mengatakan, sepanjag tahun 2016, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 833 miliar, meningkat 11,8 persen dari penjualan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan itu juga berimbas pada peningkatan produksi perseroan sebesar 11% dari 15.750 ton pada 2015 menjadi 17.500 ton pada 2016.

Strategi perseroan dengan fokus pada produk di pasar Fast Moving Consumer Good (FMCG) ikut mendorong positifnya kinerja perseroan.

"Produk utama perseroan adalah kerupuk, saos dan sambal kemasan, serta roti dengan merek Finna. Ini cukup diminati konsumen baik lokal maupun di luar negeri," katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa perseroan di Surabaya, Jumat (2/6/2017).

Dengan kenyataan itu, Harry Sunogo bilang, tren pertumbuhan penjualan masih akan tetap dipertahankan perseroan. Tahun 2017 misalnya, pihaknya menargetkan penjualan bersih sebesar Rp 900 miliar hingga 1 triliun. Sementara target laba bersih tumbuh 25% dari pencapaian laba tahun 2016 yang sebesar Rp 20,6 miliar.

"Banyak opportunity yang menjadi patokan perseroan, dimana besarnya potensi pasar lokal dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Apalagi produk kerupuk dan sambal sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat kita," bebernya.

Tak hanya pasar lokal, pasar ekspor pun, diakui Harry Sunogo memiliki potensi yang besar juga. Untuk itu, saat ini perseroan juga tengah gencar menjalin kerja sama dan jaringan penjualan di luar negeri. Saat ini negara tujuan ekspor Sekar Laut  sudah lebih dari 30 negara, diantaranya China, Hongkong, Singapura, Jepang, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia, Papua Nugini, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Filipina, Belanda, Denmark, Inggris, Perancis, Irlandia, Belgia, Tunisia, Nigeria, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Suriname, Australia dan New Zealand.

"Saat ini perseroan tengah gencar mengembangkan pangsa pasar di beberapa negara potensial, seperti Belanda, Korea, Inggris, China, dan Irlandia," ungkapnya.

Direktur Sekar Laut, John Gozal menambahkan, selain memperkuat penetrasi pasar di negara tersebut, perseroan juga baru saja membuka exhibition permanen di Rusia untuk memasarkan produk perseroan. Ini merupakan strategi perseroan untuk memperkuat pangsa pasar di Eropa. "Rusia merupakan pintu masuk kawasan Eropa. Dan kita melihat bahwa potensi produk kita di sana sangat besar," tukasnya.

Selain memasok produk utama perseroan, yakni kerupuk, saos, sambal, perseroan juga baru saja merilis produk baru yakni kerupuk siap makan dalam kemasan dengan merek 'Krobe'. Tak hanya untuk pasar lokal, produk ini juga dipasarkan di sejumlah negara.

"Untuk tahap awal kami sudah pasarkan ke Hong Kong, China, dan Malaysia. Dan tanggapan konsumen di sana cukup bagus," jelas John.

Sementara itu pada RUPST tersebut perseroan menyepakati pembagian dividen tunai kepada pemegang saham dengan total nilai Rp 3,1 miliar atau Rp 5 per lembar saham.

RUPST juga menyepakati mengangkat Presiden Komisaris yang baru yakni Fanni Susilo menggantikan Loddy Gunadi. Juga mengangkat Direktur yang baru, yakni Michele Mallorie Sunogo. kbc7

Bagikan artikel ini: