Sinarmas Land siap wujudkan destinasi wisata air baru di kawasan Kali Jagir Surabaya

Senin, 22 Mei 2017 | 18:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Surabaya bakal memiliki satu destinasi wisata terbaru, menyusul mulai dikerjakannya proyek revitalisasi sungai yang dilakukan pengembang properti Sinarmas Land. Kepastian ini seiring dengan sudah turunnya izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terhadap perusahaan ini untuk melakukan proyek pembangunan dan peningkatan kualitas atas sarana umum tersebut.

Project Division Head Sinarmas Land Surabaya, Aditya Sutantio mengatakan, revitalisasi tersebut sejalan dengan proyek apartemen Klaska Residence yang dibangun di kawasan Jagir atau tepat di Mangga Dua Surabaya. Apartemen Klaska Residence merupakan bagian dari area mixed-use development seluas 3,1 Ha di CBD Surabaya.

“Kami dan pihak-pihak lain seperti pemkot akan mengubah wajah Kali Jagir ini menjadi lebih indah, dan berharap bisa berkontribusi terhadap Kota Surabaya yang lebih indah, nyaman, dan menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya,” jelasnya di sela peresmian main gate atau pintu gerbang Klaska Residence dan penanaman pohon sebagai tanda revitalisasi kawasan Kali Jagir, Senin (22/5/2017).

Untuk menyulap kawasan Jagir sebagai central business district (CBD) baru di Surabaya, khususnya untuk merevitalisasi sungai di Jagir, selain menggandeng Pemerintah Kota Surabaya, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Bagian Hilir di Surabaya.

"Secara prinsip sudah disetujui dari Kementerian PUPR sebagai induknya, serta Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Hilir Surabaya, sebagai pengelolanya," ungkap Aditya.

Soal anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi dan pengembangan wisata air di kawasan Kali Jagir tersebut, pihaknya belum bisa menyebut pasti. Namun diakuinya bahwa secara nilai tentu tidak bisa dipatok, mengingat hal itu bukan merupakan proyek bisnis, apalagi banyak pihak yang terlibat dalam pengembangannya.

"Yang terpenting bagi kami dan pihak-pihak lain seperti pemkot akan mengubah wajah Kali Jagir ini menjadi lebih indah, dan berharap bisa berkontribusi terhadap Kota Surabaya yang lebih indah, nyaman, dan menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya,” jelasnya.

Bagi Sinarmas Land, lanjut Aditya, langkah revitalisasi itu merupakan sumbangsih Sinarmas Land kepada daerah dalam mengembangkan kawasan hijau yang nyaman bagi masyarakat.

Nantinya setelah selesai dibangun, hasil revitalisasi akan diserahkan ke Pemkot Surabaya sebagai pengelola fasilitas umum (fasum). Tidak sebatas pada produk dari proyek yang sedang dikembangkan.

Diperkirakan, revitalisasi yang dilakukan Sinarmas Land akan mencakup sepanjang 700 meter hingga 1 kilometer sungai Jagir, mulai pintu air hingga ke timur. Pembangunan yang dilakukan bukan hanya sisi selatan namun juga sisi utara sungai.

Menurut Adtya, fasilitas yang akan dibangunnya diantaranya perhijauan untuk jogging dan santai keluarga, playground, area skateboard, area pedagang PKL semi terbuka, dan sebagainya.

"Saat ini, gambar dan pembangunan fisik secara detail masih kami diskusikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Hilir Surabaya, karena mereka masih melakukan pemasangan plengesengan di Kali Jagir yang berada di sisi timur jembatan Nginden," tambah Aditya.

Namun, pihaknya berani mentargetkan di semester II tahun 2018 sudah bisa diselesaikan. Bersamaan dengan progres pemasangan plengsengan kali Jagir.

Koordinator Sales and Promotion Sinarmas Land, East Indonesia, Arvina Syawir menambahkan, Jagir merupakan salah satu kawasan heritage, tetapi selama ini belum tersentuh oleh pemerintah dalam hal pengembangan.

“Selama ini di sepanjang sungai dari pintu air sampai Nginden penataannya masih belum rapi. Nah kami ingin mengubahnya yakni dengan dibuatkan pedestrian street di bantaran sungainya, lalu ada floating market, dan counter jajanan sehingga Jagir punya nilai jual,” jelasnya.

Dia menambahkan, revitalisasi tersebut kecuali pada pintu air Jagir tidak dilakukan perubahan, karena bangunan yang sudah ada sejak tahun 1917 tersebut memiliki sejarah dan merupakan bangunan heritage. “Kami ingin Jagir juga menjadi ikon wisata air Kota Surabaya selain wisata Kalimas,” ujarnya.

80% Terjual

Sementara terkait pembangunan apartemen Klaska Residence, dia menyebutkan, sejak April 2017 lalu pihaknya telah melakukan pembongkaran terhadap bangunan gedung di eks Mangga Dua. Targetnya selesai di bulan Oktober dan mulai ground breaking untuk bangunan apartemen.

"Saat ini hasil penjualan sudah mencapai 80 persen untuk tower pertama. Targetnya bulan Juli sudah sold out, sehingga kami bisa lanjutkan launching untuk tower kedua," ujar Arvina.

Klasa Residence merupakan apartemen kelas menengah yang di tower pertama ini terdapat sekitar 1.000 unit. Harga per unitnya, saat ini mencapai Rp 500 jutaan. "Untuk program promo saat ini, adalah kami memberikan diskon hingga 50%," jelasnya.

Klaska Residence memiliki fasilitas berstandar internasional, seperti fasilitas bisnis, shopping arcade, hotel, perkantoran dan rekreasi resort. “Menarik lagi dan ini yang pertama, akan dilengkapi perpustakaan dan area parkir dengan perbandingan 1:3," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: