Juli, Bulog jajakan jagung pakan ternak untuk UMKM

Rabu, 10 Mei 2017 | 08:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Keinginan peternak unggas skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memperoleh kemudahan akses pakan dengan harga relatif murah segera terealisasi. Pasalnya Perum Bulog tengah menyiapkan produk jagung pakan ternak unggas skala usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mulai dijajakan Juli mendatang.

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, peternak unggas UMKM mengaku tertekan atas naiknya harga jagung pakan ternak. Untuk itu, Bulog menyediakan dua jenis bentuk jagung pipilan kering guna memasok kebutuhan peternak ayam broiler (pedaging).

Sementara di peternak layer (petelur), jagung merupakan bahan baku campuran konsentrat. Jagung diolah bersama dedak,sorgum, pollard yang memiliki nutrisi tinggi. “Kami mencoba dengan jagung Bulog jadikan pakan,harga menjadi turun tapi kualitasnya lebih kurang sama. Inilah yang kita berikan kepada peternak rakyat,” ujar Djarot di sela Gebyar Expo Pangan Tahun 2017 dalam rangkaian HUT ke 50 Bulog di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Direktur Pengadaan Bulog, Tri Wahyudi Saleh kepada kabarbisnis.com mengatakan, peternak unggas UMKM membutuhkan jagung sebagai bahan baku produk konsentrat . Bukan komoditas jagung berbentuk pipilan kering. Pengadaan bahan baku jagung berasal dari hasil panen petani juga impor. “Baru saja kita menyerap panen jagung dari Konawe dan Goronatalo sebanyak 200 ton,” kata Tri.

Menurut Tri, Bulog akan melakukan kerjasama dengan industri pakan ternak yang  berdomisili  di Bekasi .Sementara Bulog akan memenuhi bahan baku jagung sebesar 2.000 ton per minggu.Kapasitas produksi industri ini secara bertahap akan dioptimalkan hingga 24.000 per bulan.

”Volume produksinya masih kecil. Skalanya masih uji coba. Kan yang besar (industri untuk peternak plasma red) sudah ada. Ini masih uji coba sebagai inovasi kami untuk mengembangkan produk pakan ternak,” katanya seraya menambahkan jagung berasal dari stok ex impor sebesar 60.000 ton.

Tri menuturkan pemasaran produk konsentrat akan lebih diprioritaskan kewilayah Bodetabek dan Cianjur.Diperkirakan produk pakan ternak siap dipasarkan bulan Juli mendatang. ”Kita perkirakan habis Lebaran sudah dapat didistribusikan,” kata Tri.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Imam Soebowo mengatakan harga konsentrat pakan ternak yang dijual dipastikan akan lebih murah dari harga pasar. Imam memperkirakan harga jual produk ini sebesar Rp 6.700 per kilogram (kg).kbc11

Bagikan artikel ini: