BPJS Ketenagakerjaan ikuti Parade Budaya dan Bunga di Surabaya

Minggu, 7 Mei 2017 | 21:42 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Partisipasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam perhelatan akbar “Parade budaya dan bunga HUT Surabaya ke 724” pada hari ini, Minggu (7/5/2017) tak luput dari komitmennya untuk selalu mendukung Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Surabaya. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Panitia Parade Budaya dan Bunga BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Raya Arie Fianto Syofian.

Arie mengatakan, sejauh ini BPJS Ketenagakerjaan selalu mendukung semua program Pemkot Surabaya yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, termasuk Parade Budaya dan Bunga. Untuk itulah kegiatan ini kemudian digunakan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan sosialisasi program jaminan sosial yang telah dilaksanakan.

“Kami sangat berterimakasih kepada ibu Wali Kota karena telah mengundang kami dalam Pawai Budaya dan Bunga yang diselenggarakan hari ini. Karena kegiatan ini bisa meningkatkan brand image BPJS Ketenagakerjaa. Melalui keikutsertaan ini kamI ingin lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Arie, Surabaya, Minggu (7/5/2017).

Diungkapkan Arie, saat ini ada empat program jaminan sosial yang telah dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan, Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JPN). Ke empat program tersebut diyakini bisa meminimalisir tingkat kemiskinan masyarakat akibat kejadian yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan kerja,  kematian, pemutusan hubungan kerja ataupun pensiun.

Melalui program JKM, ujarnya, BPJS Ketenagakerjaan ingin memberikan perlindungan kepada masyarakat kota Surabaya sehingga potensi kemiskinan atas keluarga yang ditinggal mati oleh tulang punggung pencari nafkah  bisa dihindari. Begitu juga dengan program JKK. Sementara JHT dan Pensiun akan menjadi tabungan bagi tenaga kerja di masa tuanya, dimana tenaga kerja tetap bisa memiliki penghasilan dan bisa mempertahankan martabatnya.

“Dan saat ini, program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaa sudah mengalami diversifikasi, jika dahulu program ini hanya bisa diikuti oleh tenaga kerja penerima upah, sekarang yang bukan penerima upah pun bisa mengikuti. Tukang becak, tukang bakpao, dan penjual yang selama ini tidak bisa ikut. Harapan kami, mereka ini mau bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Karena sejauh ini, jumlah kepesertaan tenaga kerja BPU ini masih sangat kecil. Di Surabaya Raya misalnya, jumlah peserta dari tenaga kerja BPU mencapai sekitar 16.800 tenaga kerja. Jumlah ini hanya mencapai sekitar 25% dari total potensi yang ada. Sementara jumlah peserta dari tenaga kerja PU mencapai 535 ribu yang bekerja di sekitar 9 ribu perusahaan.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat pelepasan peserta pawai mengimbau agar warga tetap rukun dan bersatu. Riama juga meminta masyarakat, utamanya yang sedang berada di sepanjang rute pawai agar tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah disembarang tempat.  "Mari kita bersama menjaga kebersihan Syrabaya. Tolong jangan membuang sampah sembarangan selama acara," sambungnya.

Parade budaya kali ini melalui rute sepanjang 5,3 kilometer.m, berawal di Tugu Pahlawan kemudian ke Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo, Jalan Panglima Sudirman hingga finis di Taman Bungkul. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan, parade kali ini lebib meriah karena jumlah peserta membludak. "Tahun lalu, jumlah peserta yang ikut Parade Bunga hanya 50 saja. Tahun ini, total ada 75 peserta yang turut ambil bagian," ungkapnya.

Selain itu, peserta tahun ini juga lebih kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Komunitas India. Mereka berdandan ala wayang. Tubuh mereka dibalut asesoris keemasan. Tampak juga seorang rupawan. Ternayata, Komunitas India itu membawakan tema kisah Mahabarata.

Komunitas lokal tak mau kalah. Barisan Komuniyas Reog Surabaya tampak atraktif. Membawa 20 Dadak Merak, mereka tak henti mempertontonkan aksi Jaranan dan Jatilan di sepanjang jalan yang dilalui. Hal itu membuat penonton berdecak kagum.

Tak hanya warga, Parade Bunga juga bikin Ignasius Jonan keheranan. Sesekali, ia tampak menggelengkan kepala. Seolah takjub dengan pawai tahunan ini. "Saya sungguh kagum dengan acara Parade Budaya dan Bunga ini. Ini seperti di Pasadena (pawai bunga di Pasadena, Amerika Serikat)," katanya.

Karena itu, ia berharap agar Parade Budaya dan Bunga bisa dikenal diseluruh dunia. Ia pun tak lupa mengucapkan ulang tahun kepada Surabaya. "Saya sampaikan selamat untuk Surabaya. Semoga Surabaya tetap bersih, aman dan rukun. Dan mudah-mudahan parade budaya dan bunga ini jadi berkelas dunia. Karena wali kota nya sudah kelas dunia," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini: