Meikarta, kota baru 'saingan Jakarta' bentukan Lippo senilai Rp278 triliun

Jum'at, 5 Mei 2017 | 10:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Grup Lippo berencana membangun kota baru bernama Meikarta dengan nilai investasi mencapai Rp278 triliun. Meikarta diklaim akan menyerupai kota Shenzhen di China dan siap menyaingi DKI Jakarta karena berskala internasional dengan infrastruktur terlengkap se-Asia Tenggara.

CEO Grup Lippo James Riady mengatakan, Meikarta akan dibangun diantara dua kota besar, yakni Jakarta dan Bandung dan terintegrasi dengan Bekasi-Cikarang, yang merupakan kawasan industri terpenting saat ini. Dengan begitu, Meikarta akan menjadi pusat perekonomian terbesar di Indonesia.

"Dalam 10 tahun ke depan, kawasan ini akan menjadi area yang paling pesat pertumbuhannya karena Meikarta terhubung dengan pusat perekonomian saat ini, Bekasi-Cikarang," ujar James dalam konferensi pers di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Meikarta, sambung John, akan terhubung dengan Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, Delta Mas, dan lainnya. Kemudian, Meikarta akan pula dikelilingi oleh pusat industri dari perusahaan-perusahaan nasional maupun multinasional raksasa, seperti Astra, Honda, Toyota, Suzuki, Mitsubishi, Isuzu, Toshiba, Samsung, Panasonic, dan lainnya.

Dari sisi kelengkapan infrastruktur, sejumlah infrastruktur penting yang tengah dibangun oleh pemerintah dipastikan terhubung ke Meikarta, seperti kereta cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung yang bernilai Rp65 triliun, Pelabuhan Patimban senilai Rp40 triliun, dan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated Highway senilai Rp16 triliun.

Lalu, akan dibangun pula Bandar Udara Internasional Kertajati yang bernilai Rp23 triliun dan kereta api jenis Monorail yang menyatukan tujuh kota di sekitar Meikarta.

Dengan sejumlah infrastruktur transportasi tersebut, James meyakini bahwa Meikarta telah diperkaya dengan berbagai solusi untuk menepis kemacetan, kepadatan, dan tekanan sosial lain, seperti yang masih terjadi di Jakarta.

Untuk fasilitas di dalam Meikarta, Lippo menjanjikan akan membangun tujuh mall dengan total luasan 500 ribu meter persegi, rumah sakit dan pusat kesehatan internasional, pusat keuangan internasional, lima hotel internasional bintang lima, perpusatakaan nasional, Opera Theatre dan pusat kesenian serta gedung pertemuan berskala internasional.

Kemudian, Lippo juga turut menghadirkan fasilitas pendidikan berupa 10 Sekolah Dasar (SD), lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) bertaraf internasional dan nasional plus serta tiga Perguruan Tinggi skala nasional.

Tak hanya fasilitas ruang umum, Lippo juga akan membangun fasilitas inovasi di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dan transportasi, hub teknologi dan riset, hub bisnis dan komersial, lingkungan hidup yang berkelanjutan, hingga bidang seni, budaya, dan pendidikan.

Progress dan Penawaran Khusus

Sementara dari sisi pembangunan, Lippo mengatakan bahwa sampai saat ini telah dibangun sebanyak 400 ribu perumahan dengan daya tampung mencapai dua juta penghuni.

Selain itu, sudah mulai dibangun secara langsung sebanyak 200 gedung berlantai 35-46 lantai di mana sebanyak 50 gedung disebut akan siap huni mulai Desember 2018 mendatang. Adapun pembangunan tersebut telah dilakukan sejak 2014 lalu, dengan melibatkan sebanyak 85 ribu pekerja.

Bersamaan dengan pembangunan tersebut, Lippo akan mulai merilis dan membuka penawaran untuk tiga ribu sampai lima ribu unit rumah yang ada di Meikarta pada pekan depan dengan penawaran khusus di Maxx Box, Orange Country, Lippo Cikarang.

"Nanti kami akan launching pada Sabtu (13/5), nanti bisa lihat sendiri harga yang ditawarkan, berbeda tidak," kata James.

Lippo mengatakan bahwa harga tanah yang ditawarkan berkisar Rp12,5 juta per meter persegi. Lalu, Lippo juga akan memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama 20 sampai 25 tahun dengan bunga 8,25 persen dan dana booking hanya Rp2 juta serta uang muka (down payment/DP) sebesar 10 persen. kbc10

Bagikan artikel ini: