Konflik McDonald's-Bambang Rachmadi kian seru

Kamis, 26 November 2009 | 09:27 WIB ET
Gerai ToniJacks di Plasa Surabaya (dok. kabarbisnis.com)
Gerai ToniJacks di Plasa Surabaya (dok. kabarbisnis.com)

JAKARTA - Perseteruan McDonald's Corp dan pengusaha Bambang Rachmadi terus berlanjut. Raksasa bisnis makanan cepat saji itu menuntut Bambang agar segera mengembalikan aset-aset bekas waralabanya di Indonesia yang dimiliki Bambang. Namun, Bambang mengatakan bahwa semua aset bekas waralaba telah dikembalikan ke McDonald’s.

”Tuduhan pelanggaran terhadap pengembalian peralatan dan hak sewa restoran-restoran sama sekali tidak pernah terjadi," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (26/11/09).

Seperti diketahui, menurut McDonald’s, berdasarkan perjanjian waralaba antara kedua belah pihak, telah disepakati ketentuan untuk mengalihkan hak sewa 13 bekas restoran McDonald’s yang dikelola Bambang ke pihak McDonald’s Corp. Namun, kemudian Bambang menyulap 13 gerai McDonald’s yang dikelolanya menjadi ToniJack’s, yang kemudian juga dijualnya lagi ke Didit Permana, dirut ToniJack’s. Hal inilah yang membuat McDonald’s meradang.

Namun, Bambang membantah tuduhan tersebut karena sejak adanya Asset Purchase Agreement (APA), 97 restoran yang dikelola dalam perusahaan patungan bukan dalam pengelolaan dan penguasaannya.

”McDonald's telah dioperasikan secara penuh oleh Grup Teh Botol Sosro," kata Bambang.

Bambang menilai McDonald’s sangat arogan terhadap mantan mitra lokal seperti dirinya.

”Ini memperlihatkan arogansi sebuah perusahaan besar berkelas international dan ternama terhadap bekas partner lokalnya,” ujar Bambang.

Pihak McDonald’s Corp memberikan keterangan tertanggal 24 November 2009 yang disebarkan ke sejumlah media massa di Indonesia berisi keberatan terhadap sikap Bambang terkait aset-aset bekas waralabanya.

”Adanya hal ini mengakibatkan abuse of dominant position (penyalahgunaan posisi mayoritas)," tegas Bambang.

Bambang pun kini melayangkan gugatan ke McDonald’s lewat PN Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, ToniJack's sendiri lahir dari kisruh di dalam manajemen PT Bina Nusa Rama. PT Bina Nusa Rama adalah perusahaan joint venture antara perusahaan milik Bambang, PT Rezeki Murni, dan International Development Services (IDS) yang berafilasi dengan McDonald’s Corporation.

Pada April 2008, seluruh aset perusahaan sebanyak 97 store McDonald’s dijual melalui asset purchase agreement (APA) kepada PT Rekso Nasional Food yang merupakan bagian dari Grup Rekso, produsen minuman Teh Botol Sosro. Penjualan itu senilai US$25 juta. Atas penjualan ini, Bambang mempersoalkan keabsahannya dengan mengajukan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. kbc9

Bagikan artikel ini: