Sasar pasar Surabaya, Topotels buka hotel Ayola La Lita di Bratang

Senin, 24 April 2017 | 13:53 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Banyaknya hotel yang betebaran di Surabaya tak membuat Topotels Hotels and Resorts berkecil hati. Pelaku bisnis perhotelan tanah air ini sangat optimistis bisa mengambil pasar Surabaya dengan keunikan dan keunggulan hotel yang baru dilaunchingnya dua hari yang lalu, Ayola La Lisa di Bratang Surabaya.

Co- Founder & CEO Topotels Hotels and Resorts, Yonto Wongso mengatakan bahwa Topotels berusaha menjadi bagian dari kemajuan dunia pariwisata Indonesia. Untuk itu,  Topotels sangat agresif melakukan pengambangan hotel. Walaupun masih berumur 5 tahun, jumlah hotel yang telah dibangun dan dioperasikan sudah mencapai 24 hotel.  

Ada tiga brand hotel yang dibangun, Hotel Renotel yang menyasar kelas atas dengan fasilitasnya berbintang empat, Hotel Ayola La Lisa dengan fasilitas hotel bintang tiga yang menyasar pasar kelas menengah serta hotel Odua dengan fasilitas bintang dua.

“Topotels adalah salah satu perusahaan nasional atau bangsa yang paling cepat perkembangannya.  Topotels telah ada di Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Bali dan Surabaya. Topotels juga telah membangun hoteldi Myanmar dan di Malaysia,” ujar Yonto Wongso saat grand launching Hotel bintang tiga plus, Ayola La Lisa di bilangan Bratang Surabaya, Sabtu (22/4/2017).

Ia mengaku, jumlah hotel di Surabaya memang sudah sangat banyak. Tetapi sebagian besar terpusat di tengah kota Surabaya. Sementara di pinggiran kota, masih belum begitu banyak hotel yang miliki fasilitas lengkap layaknya di Ayola La Lisa. Apalagi hotel ini dibangun dengan desain unik yang kental nuansa tradisional. Keberadaannya sebagai hotel yang mengangkat kebudayaan lokal juga dipertegas dengan menu yang disajikan.

“Biasanya saya sangat bosan dengan makanan hotel, tetapi tadi saat melihat aneka menu nusantara, rasa lapar saya langsung datang. Menu di sini sangat menggoda selera, rasanya pun sangat khas. Kami jamin pengunjung bakal ketagihan,” katanya dengan tersenyum.

Dari total 121 kamar yang ditawarkan managemen optimistis angka okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel Ayola La Lisa di awal tahun pembukaan ini bisa mencapai lebih dari 60%. Apalagi hotel ini diyakini akan menjadi hotel nomor satu di kelasnya karena berbagai fasilitas dan keunggulan yang dimiliki.

“Yang menjadi bidikan kami adalah pasar perusahaan, pemerintah dan keluarga. Hotel ini sangat dekat dengan kawasan industri Rungkut. Kalau biasanya mereka mengadakan kegiatan atau menginap di hotel yang terletak pusat kota, sekarang bisa disini. Kami yakin bisa mengambil pasar karena sebagian besar hotel di sekitar Bratang dan Jemursari adalah hotel budget,” tambah General Manager Hotel Ayola La Lisa, Erlina Jonli.

Pada kesempatan yang sama, Co-Founder and Chief Commercial Officer Topotels Hotels & Resorts, Ren Tobing menjelaskan bahwa Topotels akan terus melakukan ekspansi. Pada bulan depan, Ayola juga akan buka di Mojokerto dan di akhir tahun 2017 akan kembali buka di Jakarta, tepatnya di Cikarang.

Sebagaj perusahaan nasional, Topotels  berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja lokal. Tidak hanya yang di Indonesia, Topolets juga mempekerjakan tenaga kerja Indonesia di hotelnya yang berlokasi di Malaysia dan Myanmar. Salah satu unsur tradisional yang dimunculkan di seluruh hotel Topotels yaitu SDM nya yang diambil dari lokal Indonesia.

“Jadi, seluruh GM di hotel kami, termasuk yang di luar negeri adalah orang Indonesia. Ini sejalan dengan pemberlakuan MEA. Langkah ini juga sebagai upaya kamj untuk mengenalkan pariwisata Indonesia di kancah global,” pungkas Ren Tobing.kbc6

Bagikan artikel ini: