Asyiknya berakhir pekan di Banyuwangi

Senin, 3 April 2017 | 14:59 WIB ET

MARI habiskan akhir pekan di Banyuwangi. Di sana tidak hanya kaya dengan destinasi wisata alam. Kalau Anda berlibur di Banyuwangi, tiap akhir pekan akan disajikan beragam pertunjukan seni budaya. Seperti weekend awal April ini, wisatawan disuguhi tiga panggung kesenian lokal. Mulai dari musik jazz, musik lokal, hingga tradisi Prabu Roro.

Selain Banyuwangi Festival yang menampilkan 72 event pada tahun 2017, Banyuwangi memiliki event mingguan, namanya Banyuwangi Weekend. Setiap Sabtu malam, tepatnya di Taman Blambangan digelar kesenian lokal dari seluruh penjuru Banyuwangi. Meski tiap minggu digelar, panggung ini tidak pernah sepi dari pengunjung.

Seperti Sabtu malam (1/4) lalu yang menampilkan Kesenian Prabu Roro. Prabu Roro atau Rengganis adalah kesenian drama tadisional yang berkembang di Banyuwangi, diperkirakan berasal dari Kerajaan Mataram Islam.

Tidak hanya didatangi wisatawan lokal, pertunjukan itu juga menarik perhatian sejumlah turis asing. Mereka ada yang datang dari Belgia, California USA, Jerman, Cili, hingga dari Inggris.

Tak jauh dari lokasi Prabu Roro, digelar musik lokal khas Banyuwangi yang dimainkan oleh musisi jalanan setempat. Mereka main di amphitheatre yang berada di tengah-tengah taman publik, Sri Tanjung.

"Menyenangkan duduk-duduk di sini, apalagi ada hiburan musiknya. Tamannya bersih lagi," kata Euis Khadijah, wisatawan asal Bandung yang sedang berlibur selama empat hari.

Bukan hanya Euis yang malam itu menikmati sajian musisi Banyuwangi, wiaatawan lain asal Jakarta juga terlihat menikmati. Nungki Noer, pengunjung asal Jakarta malam itu bahkan langsung membeli compact disc lagu Banyuwangi yang banyak dijual di area Taman Sri Tanjung.

"Nambah koleksi lagu saya. Musiknya enak didengar, artisnya juga banyak yang dikenal di televisi. Sebelum ke sini tadi, saya diajak nonton musik jazz di pantai. Kesenian di sini berkembang sekali ya," ujar Nungki.

Musik jazz yang dimaksud Nungki adalah pertunjukan Banyuwangi Jazzethnic yang digelar di kampung kawasan Pantai Pulau Santen, Banyuwangi.

Pagelaran musik ini dirancang oleh warga setempat, salah satunya untuk mempromosikan Pantai Pulau Santen, obyek wisata baru yang tengah digarap Pemkab Banyuwangi. Sisi utara pantai ini didesain menjadi pantai Syariah yang dikhususkan bagi kaum hawa.

Smentara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan atraksi seni setiap akhir pekan ini dirancang untuk memanjakan wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Selain ke obyek wisata, para pelancong diberikan alternatif atraksi wisata agar liburannya lebih berwarna.

"Panggung ini juga wadah tampilnya sanggar tari, kelompok seni dan budaya. Setiap malam minggu, mereka tampil menghibur masyarakat dan wisatawan yang singgah di Banyuwangi. Ini bukti kami tetap melestarikan budaya dan seni Banyuwangi. Kami memberi ruang seluas-luasnya kepada kelompok seni dan budaya Banyuwangi," ujar Bupati Anas. kbc9

Bagikan artikel ini: