Awas hoax, ternyata ini keputusan resmi pemerintah soal bawa laptop dan HP di pesawat

Senin, 3 April 2017 | 07:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah Indonesia tidak melarang penumpang membawa laptop dan handphone ke dalam kabin pesawat, namun pemeriksaan terhadap laptop akan dilakukan secara tersendiri. Biasanya, laptop yang berada dalam tas akan di minta dikeluarkan dan diperiksa  secara tersendiri untuk melewati X-ray.  Bila ada hal-hal yang mencurigakan,  maka petugas akan meminta pemiliknya mengoperasikan terlebih dahulu.

Demikian dikatakan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam menanggapi berita yang beredar secara tidak benar yang menyatakan tak boleh lagi membawa laptop dan HP ke dalam kabin pesawat. "Kemenhub akan mengambil langkah hukum terkait dengan penyiaran informasi bohong melalui media sosial yang menyatakan bahwa Kemenhub melarang penumpang membawa laptop dan hp ke pesawat," ujar Agus. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah  dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat. 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengirimkan  kembali Surat Keputusan  Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pengelola Bandara yang  mengingatkan bahwa keamanan barang elektronik penumpang,  dalam pelaksanaanya diatur melalui ketentuan tertentu. 

Ketentuan tersebut adalah : 

1. Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara no. SKEP/ 2765/ XII/ 2010.

2. Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara no. SE.6 Tahun 2016. 

“Keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat. Termasuk di antaranya terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat,” ujar Agus Santoso. 

Menurut Agus, pengamanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Anexes dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan Undang-undang no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Pengamanan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin dilakukan dalam upaya mengantisipasi aksi terorisme menggunakan perangkat elektronika tersebut. 

Tindakan pengamanan yang lebih ketat sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa penerbangan maskapai tertentu dari  bandara di negara tertentu di Timur Tengah dan Turki menuju bandara di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris.  Yaitu  pelarangan membawa laptop ( komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) dalam kabin pesawat. 

"Namun sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat.  Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun  harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin x-ray," lanjut Agus lagi. kbc9

Bagikan artikel ini: