Harga cabai rawit merah di pasar induk merosot tajam, bagaimana di konsumen?

Senin, 20 Maret 2017 | 17:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta mengalami penurunan tajam. Hingga hari Minggu (19/3/2017) kemarin harganya mengalami penurunan tajam hingga Rp 71.000 per kilogram (kg).

Padahal pada tanggal 1 Maret, harga cabai merah masih bertengger di Rp 111.000/kg. Selama lebih dari tiga bulan di awal tahun 2017, harga produk hortikultura ini sempat menembus Rp 180.000/kg. Lonjakan harga cabai rawit merah yang mencetak sejarah ini bahkan mengalahkan harga daging sapi segar yang berkisar Rp 115.000-Rp 120.000/kg.

Monitoring tren harga cabai rawit merah ini diperoleh Kementan dari pusat data informasi Pasar Induk Kramat Jati.Dari informasi itu juga menyebutkan terdapat selisih harga jual di Pasar Induk Kramat Jati dengan di pasar ritel sebesar Rp 55.500.

Artinya, penurunan harga ini belum banyak berpengaruh ditingkat konsumen. ‎Pasalnya, masyarakat harus merogoh kocek dikisaran Rp 120.000/kg untuk membeli cabai rawit merah.

Dirjen Hortikultura Spudnik Sumarjo di Jakarta, Senin (20/3/2017) mengungkapkan penurunan harga cabai rawit merah juga berlaku di 24 titik pasar di sentra kabupaten/kota lainnya. Harga cabai rawit merah di kabupaten Banyuwangi misalnya, kini dihargai sebesar Rp 65.000/kg, turun Rp 15.000 dibandingkan tanggal 12 Maret yang sebesar Rp 80.000/kg.

Penurunan harga juga terjadi di Malang dan Kediri. Dalam kurun waktu tujuh hari, pedagang menjual dari harga masing masing Rp 85.000/kg dan Rp 70.000/kg terpangkas menjadi Rp 73.000/kg dan Rp 63.000/kg. "Bahkan di Kediri, harganya kian merosot tinggal Rp 35.000 per kilogram," ujar Spudnik.

Spudnik menilai penurunan harga cabai merah rawit disebabkan pelbagai faktor yakni iklim cuaca yang mulai kondusif untuk menanam cabai. Selain itu pasokan ke pasar kian bertambah besar. Begitu juga proses penegakan hukum oleh Bareskrim Polri terhadap sejumlah pengepul yang menjual cabai dikisaran harga tertentu untuk segmen industri juga memberi kontribusi penurunan harga.

Kementan merilis prognosa cabai rawit merah bulan Maret 201 sebagai berikut adanya luas panen sebesar 35.611 hektare (ha). Ketersediaan cabai rawit merah ditaksir mencapai 75.465 ton dengan kebutuhan 68.472 ton. "Artinya dari sisi neraca terjadi surplus cabai rawit nasional sebesar 6.993 ton," pungkasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2017 mencapai 0,97% melebihi realisasi saat lebaran tahun lalu yang hanya 0,69%. Kelompok bahan makanan menyumbang inflasi 0,66%, salah satunya cabai rawit yang harganya naik 0,1 %kbc11

Bagikan artikel ini: