Ekspor RI ke Arab Saudi kalah dari Thailand dan Vietnam, kok bisa?

Senin, 6 Maret 2017 | 08:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga penelitian independen Center of Reform on Economics (CORE) menyebutkan kerjasama perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi perlu diperluas guna mendorong ekspor produk-produk nasional yang penetrasinya ke pasar Arab Saudi masih terbatas.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, selama ini pangsa ekspor Indonesia di Arab Saudi masih minim dibandingkan negara-negara Asia lainnya, seperti China, Korea Selatan, Thailand dan Vietnam.

"Dari total impor Arab Saudi pada 2015, pangsa pasar ekspor Indonesia hanya sebesar 1,5%. Sementara Thailand 2,3% dan Vietnam 1,8%," ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/3/2017).

Menurut Faisal, ekspor terbesar Indonesia ke Arab Saudi selama ini adalah kendaraan bermotor, kayu olahan, minyak sawit dan produk ikan. Selain mendorong peningkatan ekspor produk-produk tersebut, Indonesia juga perlu mendorong ekspor seperti alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, yang penetrasi pasarnya di Arab Saudi masih kecil.

Pasar untuk produk-produk tersebut di Arab Saudi berpotensi meningkat sejalan dengan rencana pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan umroh, yang saat ini hanya delapan juta menjadi 30 juta wisatawan per tahun.

CORE juga mencatat bahwa investasi Arab Saudi di Indonesia selama periode 2013-2016 masih relatif kecil dan lebih banyak pada sektor tersier, terutama sektor perdagangan dan reparasi dan sektor properti khususnya hotel dan restoran.

Nilai investasi asal Arab Saudi yang masuk ke Indonesia pada tahun 2016 hanya sebesar USD900 ribu atau hanya berada pada peringkat 57. Sementara investasi asal Singapura, Jepang, dan China masing-masing mencapai USD9 miliar, USD5,5 miliar dan USD2,75 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: