Lippo Cikarang cetak pendapatan Rp1,5 triliun

Rabu, 1 Maret 2017 | 14:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) membukukan pendapatan Rp 1,54 triliun pada 2016 dengan dan laba bruto sebesar Rp 711 miliar. Sedangkan untuk EBITDA, tercatat sebesar Rp 600 miliar dan laba bersih Rp 540 miliar.

"Pencapaian pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2016, sejalan dengan melemahnya sektor properti di Indonesia. Namun, dengan skala investasi LPCK di bidang infrastruktur, kami percaya akan segera bangkit kembali untuk mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas," kata Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Toto Bartholomeus di Jakarta, Rabu (1/3).

Pendapatan dari Rumah Hunian dan Divisi Apartemen tercatat menyumbang 46 persen dari total pendapatan atau sebesar Rp 703 miliar. Sementara, pendapatan dari Komersial dan Ruko menyumbang 22 persen dari total pendapatan atau sebesar Rp 336 miliar.

"Sedangkan dari Industri menyumbang 15 persen dari total pendapatan atau sebesar Rp 240 miliar," tambahnya.

Lebih lanjut, Toto mengatakan, recurring income LPCK tercatat menjadi Rp 267 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 13 persen dari Rp 237 miliar di tahun 2015. "Nilai tersebut, memberikan kontribusi sebesar 17 persen dari total pendapatan di tahun 2016," kata Toto.

Sementara, lanjut dia, total aset perseroan tumbuh sehat sebesar 3 persen menjadi Rp 5,65 triliun dari Rp 5,47 triliun pada akhir tahun 2015.

"LPCK telah menyiapkan Orange County yang merupakan world class mixed use-Globally Connected City di Koridor Timur Jakarta, sebagai proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan," kata Toto.

Proyek Orange County sendiri dikembangkan di atas lahan seluas 322 hektar, dengan estimasi proyek senilai Rp 250 triliun. Enam menara apartemen sudah diluncurkan dan sold out 100 persen. Menara apartemen ke-5 dan ke-6 merupakan joint venture antara Lippo Group dan Mitsubishi Corporation, Jepang. kbc3

Bagikan artikel ini: