Standarisasi dan branding, cara Bulog perkuat lini komersial

Rabu, 8 Februari 2017 | 20:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Anggaran keuangan negara yang kian terbatas menuntut manajemen Perum Bulog terus melakukan transformasi insitusi tidak hanya bertumpu pada penugasan pelayanan publik (Public Service Obligation /PSO). Bulog akan melakukan standarisasi produk juga strategi branding secara bertahap mulai Maret-April mendatang.

 

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Imam Subowo mengatakan pengembangan jaringan distribusi bernama  Rumah Pangan Kita (RPK)  menjadi sarana outlet oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM)  menjual produk   pangan multikualitas. Menjadi suatu keharusan, Bulog memasok produk seperti beras , minyak goreng dan gula yang memenuhi standar.   

 

Berkaitan dengan hal itu, Bulog  harus menjaga kesinambungan pasokan kepada para mitra RPK. Branding produk yang digunakan seperti ‘Beras Kita’ ankan ada bervariasi jenis seperti beras medium, premium, super kepala bahkan organik.

 

Menurut Imam, model bisnis yang dijalankan ini sebagai tuntutan transformasi organisasi Bulog guna menjalankan dua roda sekaligus yakni pelayanan publik dan komersial. Bulog bukan lagi hanya berperan melakukan penugasan pemerintah melalui operasi pasar dan menyalurkan beras rakyat miskin (raskin). namun juga masyarakat umum.

 

“Sekararang kita sedang proses pengemasan pengemasan branding produk Bulog .Kita benar-benar siap menjalankan bulan Maret atau April,” ujar Imam seraya menambahkan komoditas beras dan gula akan menjadi prioritas, dan dilanjutkan minyak goreng serta daging .

 

Seiring dengan hal itu, Bulog juga akan mengimplementasikan teknologi Point of Sales yang dilengkapi Global Positioning System (GPS). Melalui sistem tersebut  pihaknya dapat mengetahui titik-titik RPK sekaligus berfungsi memonitor stok produk yang berada di RPK.kbc11

Bagikan artikel ini: