Gus Ipul kukuhkan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim

Jum'at, 3 Februari 2017 | 14:00 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengukuhkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Jawa Timur periode 2016-2019 di Surabaya, Kamis (2/2). Ketua PII Jatim periode 2016 - 2019 diketua Prof Ir Muhammad Bisri.

Saifullah Yusuf menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus PII Jatim 2016 – 2019. Pengurus PII diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Indonesia dan Jatim. "Insinyur itu memiliki ide dan inovasi yang cemerlang. Kami berharap para insinyur terus mengeluarkan ide dan inovasinya untuk kemajuan pembangunan bangsa Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Ipul meminta kepada para insinyur untuk membantu penyelesaian pembangunan di Jatim. Terutama untuk mengatasi longsor di Jatim seperti di Trenggalek,  begitu juga banjir yang tiap tahun terjadi di Sampang dan Pasuruan. "Untuk masalah banjir kami berharap PII dapat memberikan solusi masalah banjir di Jatim, agar banjir tiap tahun di Jatim ini bisa diatasi dengan baik," ujarnya.

PII juga bisa memberikan kontribusi mengatasi masalah jalan rusak di wilayah Jatim, baik jalan nasional maupun milik provinsi. Pasalnya setiap akhir tahun kondisi cuaca hujan dan jalan menjadi rusak. "Kami berharap PII untuk segera mencarikan solusi jalan rusak ini, agar masalah jalan rusak ini bisa teratasi dengan cepat dan tepat," ujarnya.

Ketua Umum PII, Hermanto Dardak mengatakan, adanya pengukuhan pengurus PII Jatim diharapkan dapat meningkatkan pembangunan di Jatim. Terutama mengatasi masalah longsor di Jatim.

Lebih lanjut ia menjelaskan, PII telah melakukan diskusi pada malam kemarin terkait masalah longsor dan banjir. Ia mencontohkan di ruas di Trenggalek-Pacitan nantinya juga menjadi rujukan bagi penyelenggara jalan dalam melakukan penanganan pada ruas dan lokasi lainnya.

"Tidak semua penanganan jalan mampu ditangani Kementerian PUPR, kami juga membutuhkan masukan dari lembaga lain baik dari PII karena kompleknya permasalahan di lapangan," ujar mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum tersebut.

Sementara itu, Ketua PII Jatim, M Bisri merasa terima kasih atas kepercayaan anggota PII Jatim terhadap dirinya untuk menjadi Ketua PII Jatim yang dilakukan secara musyawarah mufakat pada bulan agustus 2016 lalu. "Terima kasih atas kepercayaannya, dan amanat ini akan kami lakukan untuk membantu  pembangunan di Jatim dan juga Indonesia," ujarnya.

Ia mengaku ikut prihatin terkait masih rendahnya lulusan insinyur di Indonesia yang kini baru mencapai 16 persen. Oleh karena itu pihaknya akan terus mendorong minat masyarakat terhadap sarjana Insinyur di Jatim. "Untuk meningkatkan lulusan insinyur, PII sudah melakukan kerjasama dengan empat perguruan Tinggi di Jatim," ujarnya. Kbc3

Bagikan artikel ini: