Adhi Karya raup proyek Rp16,5 triliun sepanjang 2016

Rabu, 1 Februari 2017 | 07:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: BUMN konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk memperoleh kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun, meningkat 17,8% dibandingkan dengan Rp13,9 triliun pada 2015.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang mengatakan, realisasi kontrak baru pada Desember 2016 berasal dari proyek 6 ruas tol dalam kota paket I di Jakarta (infrastruktur jalan) senilai Rp785,2 miliar.

Proyek lainnya adalah pembangunan rumah susun sewa tingkat tinggi Pasar Minggu di Jakarta (proyek gedung) senilai Rp481,5 miliar dan pembangunan fasilitas pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kalimantan Barat (infrastruktur jalan) senilai Rp210,6 miliar.

‘’Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga Desember 2016 masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan EPC sebesar 94,3% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,’’ paparnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari APBN atau APBD tercatat 36,7%, BUMN sebesar 35,7%, sementara swasta atau lainnya sebanyak 27,6%.

Di samping itu, berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebanyak 45,8%, proyek jalan dan jembatan 24,9%, sedangkan proyek dermaga 3,9% serta infrastruktur lainnya sebesar 25,5%.

Pada 2017, perusahaan menargetkan kontrak baru Rp21,6 triliun atau meningkat sekitar 30,9% dibandingkan dengan realisasi pada 2016.

‘’Seiring dengan rencana peningkatan anggaran infrastruktur pemerintah di tahun 2017, ADHI menyambut peluang tersebut dengan mencanangkan target perolehan kontrak baru di tahun 2017 sebesar Rp21,6 triliun,’’ papar Ki.

Berdasarkan tipe pekerjaan, target perolehan kontrak baru tersebut berasal dari pekerjaan gedung dengan porsi 39,3%, jalan dan jembatan 12,3%, dermaga 4%, dan infrastruktur lainnya 44,5%.

Dengan target kontrak baru tersebut, perusahaan menargetkan pendapatan usaha sekitar Rp14 triliun dan laba bersih sebesar Rp505 miliar. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp5,3 triliun pada 2017.

Belanja modal itu terdiri atas investasi aset tetap sebesar Rp485,9 miliar dan penyertaan pada berbagai proyek investasi dan ekuitas anak perusahaan sebesar Rp4,8 triliun.

‘’Optimisme ADHI sejalan dengan rencana pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan meningkatnya anggaran infrastruktur di tahun mendatang,’’ paparnya. kbc2

Bagikan artikel ini: