Jokowi klaim Indonesia jadi penerbit Sukuk dolar terbesar dunia

Selasa, 27 Desember 2016 | 06:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini Indonesia adalah penerbit Sukuk Negara terbesar di dunia dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD). Di mana, sampai dengan 30 November 2016, penerbitan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau Sukuk Negara di pasar internasional telah mencapai USD 10,15 miliar, dengan outstanding sebesar USD 9,5 miliar.

Presiden Jokowi menegaskan, keberhasilan Sukuk Negara bukanlah pada dana yang berhasil dihimpun tetapi pada manfaat yang bisa dihasilkan. Dia menyebutkan, selama 2015 dan 2016, sebanyak Rp 20,8 triliun dari Sukuk Negara sudah digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang bermanfaat bagi rakyat banyak.

"Pembangunan jalur kereta, pembangunan jembatan, pembangunan jalan, dipakai dananya dari Sukuk yang tadi Rp 20,8 triliun," kata Presiden Jokowi dalam Silaturahim Stakeholders Keuangan Syariah dalam rangka Satu Windu Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara), di Istana Negara, Jakarta, seperti dikutip dari laman Setkab, kemarin.

Dia menambahkan, juga pembangunan gedung, sarana dan fasilitas perguruan tinggi keagamaan Islam negeri serta pembangunan dan rehabilitasi berbagai gedung di balai nikah dan juga yang dipakai untuk manasik haji.

Namun, presiden menilai bahwa bahwa pengembangan ekonomi syariah di Indonesia prosentasenya masih sangat kecil sekali, kurang lebih 5 persen. Padahal, kata Presiden Jokowi, di Malaysia sudah di atas 30 persen. Dalam jumlah pun Indonesia kalah dengan Inggris, dengan Korea Selatan.

"Oleh sebab itu space (ruang) yang masih besar itu akan terus kita kejar," ujar Presiden.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Presiden menilai Jakarta bisa dijadikan Pusat Keuangan Syariah Internasional. Menurut Presiden Jokowi, bukan hanya masalah yang berkaitan dengan keuangan syariah, bank syariah, asuransi syariah, banyak hal yang lain yang bisa dikembangkan, seperti wisata syariah, restoran halal, industri syariah, masih sangat besar sekali. Sebab, potensi pasar Indonesia terbesar di dunia, dengan penduduk muslimnya.

"Kenapa ini tidak menjadi fokus dan perhatian kita, ini akan memberikan trigger kepada pertumbuhan ekonomi di negara kita, dan juga untuk menghilangkan isu-isu yang sering berkembang sekarang ini," tutur Presiden. kbc10

Bagikan artikel ini: