Masih potensial, Aqua Danone tetap kosentrasi garap pasar air mineral di Indonesia

Sabtu, 24 Desember 2016 | 09:17 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjamurmya bisnis minuman berkarbonasi dan lainnya tidak membuat Aqua Danone tertarik untuk ikut memperebutkannya. Aqua mengaku akan terus berkosentrasi menggarap pasar air minum mineral.

"Seluruh bisnis yang digarap Danone selalu mengedepankan kesehatan. Jika  sampai saat ini kami belum memikirkan untuk menggarap bisnis  air minum berkarbonasi dan jenis air minum kainnya, itu karena kami belum yakin akan kesehatannya. Apalagi  pasar air mineral masih sangat terbuka," ujar Comunication Head Danone Indonesia, Arif Mujahidin saat perkenalan dengan wartawan di Surabaya, Jumat (23/12/2016).

Dijelaskannya, saat ini masih banyak masyarakat yang minum dari air yang direbus atau non komersial, besarnya bisa mencapai 60% lebih. Sementara air minum komersial atau Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) masih kecil kecil, kontribusinya belum sampai 40%. Sehingga untuk memperbesar  kue tersebut juga masih sangat mungkin.

"Kalau disini tidak usah berebut kue, karena kuenya masih bisa diperbesar. Sepanjang masyarakat masih butuh minum, bisnis ini akan tetap bertumbuh. Tetapi untuk memperbesarnya diperlukan dukungan pemerintah dan lainnya, mulai dari investasi hingga infrastruktur,. Karena tidak mungkin orang mendistribusikan air galon dengan dipanggul," katanya.  

Karena keterbatasan infrastruktur, maka jumlah pabrik Aqua milik Danone yang ada di selain Jawa dan Sumatra masih sangat minim. Di Indonesia timur misalnya hanya ada di9 beberapa daerah diantaranya di Bali satu unit pabrik, di Minahasa satu pabrik dan di Sulawesi satu unit pabrik.  "Pabrik kami diseluruh Indonesia mencapai 20 unit tetapi sebagian besar berada di Jawa dan Sumatra," akunya.

Terkait kinerja industri minuman mineral, ia mengatakan masih sangat bagus. Akan tapi pada tahun ini, akibat melemahnya ekonomi, menjadikan pertumbuhan di sektor air mineral hanya mencapai satu digit, atau dibawah 10%, termasuk bisnis air mineral merek Aqua milik Danon. Namun dengan mulai membaiknya ekonomi masyarakat di tahun ini, ia yakin petumbuhannya menjadi semakin besar.

"Kami terus berkomitmen memenuhi kebutuhan air mineral masyarakat Indonesia, salah satunya  dengan cara menjaga sumbermata air yang ada, baik dengan melindungi daerah alirah sungai (DAS), meningkatkan kualitas, kuantitas dan akses air serta mengurangi emisi karbon dioksida di pabrik kami," kata Arif.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Danone telah mencanangkan beberapa program sosialnya, diantaranya program konservasi lahan sekitar DAS dengan membuat 250 lubang biopori dan sumur resapan, membangun 12 Taman Kehati dan menanam 2 juta pohon. Selain itu, Danone juga telah melakukan restorasi irigasi pertanian dengan melakukan rehabilitasi lebih dari enam ribu meter saluran irigasi serta memasang 28 pintu air.

"Peningkatan akses air bersih bagi komunitas di sekitar wilayah operasional juga telah kamu dilakukan. Sedikitnya, ada sekitar 130 ribu orang di 70 desa dan 17 kabupaten kota yang telah menerima manfaat akses air bersih tersebut," ungkapnya.

Sedangkan untuk program praktik pertanian berkelanjatan dilaksanakan di 370 hektar tanah dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai 1.300 orang petani. Lahan tersebut berhasil dikonversi menjadi lahan pertanian organik dengan merek Orisa yang dijual melalui Aqua Home Service yang tersebar di Jakarta dna Jawa Barat.kbc6

Bagikan artikel ini: