BI atur biaya yang boleh dimasukkan ke overhead bank

Jum'at, 13 November 2009 | 15:31 WIB ET

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan mengatur biaya yang diperbolehkan masuk dalam overhead perbankan agar ada penurunan suku bunga kredit pada semester I/2010.

Deputi Senior Bank Indonesia Darmin Nasution, menyatakan BI mengharapkan perbankan dalam mengucurkan kredit tidak seenaknya memasukan biaya dalam overhead seperti biaya bunga penjaminan, biaya promosi.

"Kita harus membuat dulu format dari data yang harus diisi perbankan supaya jangan masing-masing membuat struktur biaya seniiri-sendiri. Untuk itu kalau perbakan bilang overhead maka harus jelas," katanya di Jakarta, JumÂ’at (13/11/09).

Untuk itu BI akan membuat perincian biaya yang dapat dimasukan dalam overhead. Termasuk masalah premi risiko, berapa dan bagaimana kalkulasinya.

“Sebetulnya penjaminan itu pun harus kelihatan biayanya. untuk penyimpanan (tabungan) kan banyar juga sekalipun tidak besar secara prosentase. Untuk itu jangan digabung-gabung dalam overhead termasuk biaya promosi," tegas Darmin.

Dengan demikian BI akan mengetahui dan dapat membandingkan kondisi masing-masing bank. BI akan mencari rasio dengan pembukuan tertentu bauk dengan DPK atau perhitungan asetnya atau bahkan dengan omsetnya. kbc9

Bagikan artikel ini: