Berpulang, ini kebijakan Mr Clean yang tetap dikenang

Minggu, 11 Desember 2016 | 20:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mantan Menteri Keuangan RI Mar'ie Muhammad telah berpulang pada Minggu, 11 Desember 2016 pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional,Jakarta.

Jenazah disholatkan di masjid Al Azhar dan akan dimakamkan di Tanah Kusir.Pria yang lahir di Surabaya 3 April 1939, ini mengawali perjalanan karier di Kementerian Keuangan sejak 1969. Seperti apa sosok almarhum?

Mengutip laman Kemenkeu, Mar'ie diangkat Presiden Soeharto menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Pembangunan VI pada 17 Maret 1993. Ia juga dikenal sebagai Mr Clean. Ia berjuang memberantas korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia juga berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membersihkan institusi dari pegawai yang korup.

Salah satu hal nyata yang dilakukannya dengan menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar. Selama menjadi Menteri Keuangan, dirinya pernah membuat kebijakan yang menonjol untuk mengatasi kredit macet dengan empat jurus penyehatan bank.

Pertama, meningkatkan kolektibilitas kredit yang disalurkan. Kedua, pemberian kredit harus benar-benar berdasarkan kaidah perbankan yang sehat. Ketiga, setiap kredit yang diberikan harus benar-benar diawasi penggunaannya tanpa mencampuri masalah intern penerima kredit.

Keempat, menurunkan biaya overhead.Selama berkarya di Kementerian Keuangan, dirinya pernah bekerja di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara Kementerian Keuangan pada 1969-1972. Pada 1971, dirinya juga pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong pada 1971.

Pada 1972-1988, Mar'ie Muhammad mengabdi di Direktorat Jenderal Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kementerian Keuangan dengan jabatan terakhir sebagai Direktur. Tahun 1988-1993 menjadi Direktur Jenderal Pajak.kbc11

Bagikan artikel ini: