Resmi beroperasi, Ferry jarak jauh Surabaya-Lombok diharapkan tekan biaya logistik

Jum'at, 2 Desember 2016 | 07:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamis (1/12/2016) kemarin PT Angkutan Sungai Danau Pelabuhan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) resmi mengoperasikan layanan Ferry jarak jauh rute Surabaya-Lombok dengan KMP Legundi. Langkah ini sebagai wujud komitmen ASDP Indonesia Ferry untuk mendukung program pemerintah, utamanya untuk menekan biaya distribusi  logistik di Indonesia bagaian Timur.

Plt. Direktur Utama PT Indonesia Ferry ( Persero)  Faik Fahmi mengatakan bahwa ada tiga hal yang mendasari dalam pengoperasian Ferry jarak jauh Surabaya-Lombok ini yaitu menurunkan biaya logistik, memperlancar konektivitas dan mendorong tumbuhnya sektor pariwisata Lombok.

Diungkapkan Faik, penurunan biaya logistik didapatkan karena waktu tempuh semakin cepat, biaya lebih murah dan biaya pemeliharaan juga akan semakin kecil.  "Kalau lewat darat bisa memakan waktu 48 jam, dengan pengoperasian KM Legundi ini waktu tempuhnya hanya sekitar 21 jam. Biaya pemeliharaan juga akan semakin murah karena truk dalam posisi istirahat. Supir juga dalam posisi istirahat sehingga akan mengurangi angka kecelakaan," ujar Faik Fahmi saat peresmian pengoperasian KM Legundi rute Surabaya-Lombok.

Karena jumlah kendaraan yang ke Lombok melalui Bali menjadi berkurang, maka biaya pemeliharaan jalan juga akan menyusut. Dan yang pasti, akan mengurangi angka kemacetan jalan, utamanya di wilayah Bali.

"Jumah kendaraan dari Surabaya ke Bali mencapai 1.500 unit kendaraan. Yang ke Lombok mencapai 150 unit kendaraan. Hal ini menjadi salah satu keluhan Provinsi Bali karena selain jalan cepat rusak juga sering menimbulkan kemacetan yang menyebabkan ketidaknyamanan turis di Bali," terangnya.

Diungkapkannya, KM Legundi memiliki kapasitas tampung sebanyak 140 unit kendaraan dengan prosentase 40 kendaraan besar dan sisanya kendaran keluarga. Jika dalam seminggu dua kali, maka jumlah kendaraan yang bisa dialihkan dari jalur darat ke jalur laut mencapai sekitar 300 unit kendaraan.  "Ini baru awal. Jika reapon bagus nanti bisa ditambah kapal," tambahnya.

Disisi lain, pengoperasian rute baru KM Legundi ini diharapkan juga akan mengubah arus distribusi logistik ke Bali, yang awalnya melalui jalur darat dari Banyuwangi ke Bali  akan berubah melalui Lombok. "Jadi akan berubah, distribusi barang ke Bali juga bisa melalui Lombok," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengukapkan bahwa secara bertahap ASDP akan menyiapkan lima unit kapal berkapasitas di atas 5.000 tonase kotor(Gross Tonnage/GT) untuk layanan feri jarak jauh. Kapal feri yang disiapkan mampu menampung 1.000 penumpang dan 100 truk. Dengan layanan feri jarak jauh, Faik optimistis dapat mengurangi biaya logistik dan mendukung sektor pariwisata setempat.

"Tahun depan invetasi yang kami siapkan mencapai Rp 1,9 triliun. Dari nilai tersebut, Rp 577 miliar akan kami gunakan untuk membangum kapal baru karena kami menargetkan tahun depan akan bangun 16 kapal,  delapan unit komersial dan delapan unit sisanya dari pemerintahan," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: