Enam perusahaan antre mendarat di bursa

Rabu, 23 November 2016 | 14:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak enam perusahaan bersiap untuk go public hingga akhir tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat mengatakan, di pipeline bursa masih ada enam perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

"Nanti tergantung OJK. Mereka pakai buku Juni 2016, sebagian menggunakan buku April 2016," katanya, Selasa (22/11/2016).

Bursa tahun ini menargetkan 20 emiten baru. Target ini telah dipangkas beberapa kali dari target awal 35 emiten baru. Hingga tahun berjalan ini, sudah 13 emiten baru tercatat di Bursa Efek Indonesia. Jumlah penggalangan dana melalui IPO yang digelar oleh 13 emiten anyar tersebut mencapai Rp10,7 triliun.

Salah satu perusahaan yang tengah melangsungkan penawaran saham IPO yakni PT Forza Land Indonesia Tbk. Perusahaan properti itu menargetkan dana IPO sebesar Rp100 miliar dan dana dari penerbitan medium term notes (MTN) sebesar Rp300 miliar. Perseroan berencana melepas maksimal 312,5 juta saham dengan tawaran harga Rp300 per saham hingga Rp350 per saham.

PT Prodia Widyahusada Tbk. pun tengah menawarkan saham IPO dengan target dana Rp1,5 triliun. Perseroan menawarkan 187,5 juta saham baru atau 20% dari total saham kepada publik dengan kisaran harga Rp6.250 per saham hingga Rp8.000 per saham. Masa penawaran awal berlangsung pada 30 November sampai 2 Desember 2016.

Nama lain yang akan menawarkan saham IPO yakni PT Anugerah Berkah Madani Tbk. (ABMA Land). Perusahaan properti itu menggunakan laporan keuangan Juni 2016 sebagai valuasi IPO saham. PT Mayapada Properti juga berencana IPO saham dengan target Rp2,5 triliun. Perusahaan real estat beraset Rp12 triliun ini menggunakan laporan keuangan April 2016 sebagai dasar valuasi IPO saham.      

Untuk memudahkan niat IPO perusahaan-perusahaan di daerah, BEI berinisiatif memperluas kantor perwakilan. Nicky Hogan, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, mengatakan pada 2017 bursa akan membuka kantor perwakilan di seluruh provinsi di Indonesia atau berjumlah 34 kantor perwakilan.

Hingga saat ini, sudah terdapat 23 kantor perwakilan. Kantor perwakilan itu sekaligus menjadi pusat informasi go public yang berfungsi menyediakan informasi soal go public bagi perusahaan-perusahaan di daerah yang berminat.

"Kami juga menggenjot pembukaan galeri investasi di kampus. Saat ini ada lebih dari 230. Antusiasme dari masyarakat kampus tinggi," kata Nicky, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, lewat kampanye besar Yuk Nabung Saham, bursa menargetkan terdapat penambahan 20% dari total investor saat ini. kbc10

Bagikan artikel ini: