Adhi Karya raup kontrak anyar Rp11 triliun

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 11:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Adhi Karya Tbk (ADHI) meraih kontrak baru hingga September 2016 mencapai Rp 11 triliun, atau naik 10,4% dari realisasi periode sama tahun lalu. Perolehan tersebut setara 44% dari target kontrak baru perseroan tahun ini senilai Rp 25 triliun.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru hingga September 2016 masih didominasi oleh lini bisnis konstruksi sebesar 88,5% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri atas swasta dan lainnya sebanyak 24,9%, BUMN tercatat 41,3% sementara APBN/APBD sebesar 33,8%.

“Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari gedung sebanyak 47,6%, jalan dan jembatan 23,7%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 28,7%,” jelas Ki Syahgolang dalam keterangan resminya, Kamis (13/10).

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa realisasi perolehan kontrak baru pada September 2016 antaralain, bendungan Sukoharjo Pringsewu Paket II di Lampung sebesar Rp 282,7 miliar dan Arzuria Apartemen di Jakarta sebesar Rp 260 miliar.

Kemudian kontrak pembangunan dermaga petikemas dan reklamasi pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara sebesar Rp 186,9 miliar, Transmart di Tasikmalaya sebesar Rp 155,6 miliar, dan Renovasi Istora Gelora Bung Karno di Jakarta sebesar Rp 126,0 miliar.

Sebelumnya, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, setengah dari total nilai proyek LRT yang mencapai Rp 31 triliun akan dibukukan tahun ini, sedangkan sisa Rp 16 triliun dibukukan tahun depan.

Budi menerangkan, saat ini perseroan memiliki stand by loan hingga Rp 10 triliun untuk mendanai berbagai proyek konstruksi. Sebanyak Rp 4 triliun – Rp 5 triliun bakal dimanfaatkan untuk pekerjaan LRT. Tahun ini, perseroan berencana mencairkan Rp 3 triliun. Selain itu, kebutuhan pendanaan eksternal lainnya bakal berasal dari obligasi.

Dia menambahkan, perseroan berencana menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjuta (PUB) senilai total Rp 3 triliun tahun depan. Pada tahap pertama, obligasi yang akan dirilis sebanyak Rp 1 triliun. kbc4

Bagikan artikel ini: