Kontraktor pembangkit listrik 35.000 MW inginkan dana jaminan cukup 1%

Kamis, 13 Oktober 2016 | 18:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) beranggapan dana jaminan yang diminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yakni 10% dari total proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW) terlalu memberatkan. Mereka terus berupaya agar dana jaminan yang harus disediakan cukup 1%.

Ketua Harian APLSI Arthur Simatupang minta pemerintah menurunkan dana jaminan pada proyek kelistrikan 35.000 MW khusus untuk pengusaha lokal. Dana jaminan yang ditetapkan oleh PLN sebesar 10% memberatkan pengusaha lokal.

Arthur menyebut PLN telah merespon positif dan berencana akan melakukan pertemuan lebih lanjut dengan APLSI. "Saat pertemuan dengan di Kementerian Maritim (Kemenko Maritim), PLN sambut positif," ujar Arthur dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Hanya saja, menurut Arthur hingga saat ini, belum ada kesepakatan berapa dana jaminan proyek yang dapat diterima oleh IPP (independent power producer) dan disetujui oleh PLN. Sebab itu, APLSI akan minta waktu dan membicarakan hal ini dengan PLN.

"Dulu kita sudah usul agar dana penjaminan ini jangan terlalu besar dan memberatkan IPP lokal. Kemudian, ada respon positif, kita inginnya dana penjaminan ini segera ditetapkan," tuturnya.

Sekretaris Jenderal APLSI Priamanaya Djan mengatakan, dana penjaminan sebesar 10 % sangat memberatkan dan berdampak kepada arus kas perusahaan milik pengusaha lokal.Sebab itu, pemerintah agar berpihak ke pengusaha-pengusaha lokal di sektor listrik dalam keterlibatannya pada proyek kelistrikan 35.000 MW.

Dia juga berharap agar besaran dana penjaminan baru tersebut dapat segera diputus. "Harapan kita agar segera diputus berapa agar IPP lokal dapat segera merumuskan perencanaan proyeknya ke depan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: