JumIah investor pasar modal melesat 26% jadi 491 ribu

Kamis, 11 Agustus 2016 | 08:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) mencatat beberapa peningkatan kinerja operasional. Berdasarkan grafik perkembangan investor periode Januari Juli 2016, perlahan tapi pasti jumlah Single Investor Identification (SID), Sub Rekening Efek (SRE) dan login ke fasilltas AKSes mengalami peningkatan.

Jumlah SID di Pasar Modal Indonesia bertambah 26% dari 388.960 pada akhir Juli tahun lalu menjadi 491.116 pada akhir Juli tahun ini. Sedangkan jumlah SRE meningkat 25% darl 494.425 meniadi 618.251 pada periode yang sama. Pemanfaatan AKSes oIeh investor iuga meningkat sebesar 18%.

Dalam konferensi pers yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) Iainnya yaitu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Rabu (10/8/2016), KSEI juga menyebut, secara komposisi, sebagian besar investor Pasar Modal lndonesia merupakan investor perorangan lokal, dengan jumlah 475.112 investor atau 97% dari total jumlah investor.

Jumlah investor perorangan Iokal tersebut mengalami peningkatan sebesar 27% dari 373.830 investor di tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi dl Pasar Modal Indonesia.

Namun demikian, berdasarkan komposisi kepemilikan, total aset saham yang tercatat di C-BFST pada tanggal 29 Juli 2016 masih didominasi oleh investor asing dengan persentase kepemilikan sebesar 64%. Persentase tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.

Total aset obligasi korporasi dan sukuk yang tercatat di C-BEST pada tanggal 29 Juli 2015 masih didominasi kepemilikannya oleh investor lokal. Secara persentase, kepemilikan investor lokal meningkat 91% menjadi 93% dan secara nilai meningkat sekitar 15%. Sementara itu, kepemilikan investor asing dari sisi persentase turun 2% dan secara nilai turun sekitar 17%.

Total aset yang tercatat di C-BEST pada tanggal 29 Juli 2016 adalah sebesar Rp 3.385.32 triliun, naik sekitar 10% dibanding pertengahan tahun lalu sebesar Rp 3.089,05 triliun.

Kenaikan juga dicatatkan pada jumlah Efek yang tercatat sebesar 7%. Peningkatan juga tercatat pada jumlah instruksi harian sebesar 19% dari rata-rata 15.232 instruksi (per Juli 2015) menjadi 18.154 instruksi (per Juli 2016).

Peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi bulanan di Bursa. yang meningkat sebesar 30% dari 3.706.013 transaksi pada bulan Juli tahun lalu meniadi 4.811.131 transaksi pada bulan Juli 2016.

Sejalan dengan semangat untuk turut mengembangkan Pasar Modal Indonesia. KSEI selaku Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian melakukan serangkaian pengembangan lnfrastruktur khususnya dalam upaya untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor dan pelaku pasar.

Hal ini sejalan dengan upaya OJK dan SRO untuk meningkatkan jumlah investor. khususnya investor lokal.

Belum lama ini KSEI bersama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT MNC Secuntces telah meluncurkan Co-Branding AKSes dengan fasilitas uang elektronik (Kartu BRIZZI).

Kerjasama Co-Branding AKSes dengan uang elektronik tersebut merupakan jenis kerjasama yang panama kaIinya dilakukan. Peluncuran tersebut melengkapi Co-Branding AKSes dengan Bank Admmistrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dimana investor dapat memanfaatkan jaringan ATM bank dan internet banking untuk meningkatkan kenyamanan dalam berinvestasi.

Diharapkan, kerjasama Co-Branding fasilitas AKSes dapat diikuti oleh Bank Administrator RDN lainnya dengan berbagai inovasi yang menarik. Pengembangan tersebut merupakan keianjutan dari salah satu rencana strategis KSEC yakni AKSes Financial Hub.

Terkait dengan rencana strategis lainnya, pada bulan Agustus 2016, KSEI akan meluncurkan Sistem Pengelolaan lnvestasi Terpadu (S-Invest), sebuah sistem terpadu umuk industri Reksa Dana di Indonesia.

Peluncuran S-lnvest menjadi satu langkah baru dari KSEI dalam mewujudkan infrastruktur pasar modal yang semakin maju dan memudahkan pelaku pasar, khususnya pelaku industri Reksa Dana.

Proyek strategis lainnya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST Next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan sistem tersebut sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal. Saa't ini C-BEST Next'G sedang dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan akan mulai dioperasikan pada tahun 2017.

Selain pengembangan infrastruktur pasar modal. KSEI juga sedang berencana melakukan berbagai pengembangan Iainnya. Bagi investor. KSEI tengah melakukan kajian terkait pemungutan suara untuk RUPS yang dapat diiakukan pemegang saham/obligasi secara elektronik (e-voting).

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi investor yang terkendala waktu dan jarak apabila harus menghadiri beberapa penyelenggaraan RUPS dalam waktu yang bersamaan.

Saat ini, kajian e-voting tersebut telah memasuki tahap legal review terkait dengan UU Perseroan Terbatas, UU lnformasi Transaksi Elektronik. UU Pasar Modal. dan berbagai aturan lainnya. kbc10

Bagikan artikel ini: