Ternyata ini 10 hambatan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia

Senin, 1 Agustus 2016 | 16:40 WIB ET

MALANG, kabarbisnis.com: Pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Indonesia dirasa masih berjalan lambat. Beberapa hambatan masih menghantui kinerja industri keuangan berbasis syariah di Indonesia. Pengamat ekonomi syariah Muhammad Nafik mengatakan, setidaknya ada 10 hambatan dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

“Para penggiat ekonomi syariah di Indonesia terus berusaha sekuat tenaga untuk mengubah paradigma masyarakat Indonesia mengenai ekonomi syariah. Memang sudah mulai terlihat hasilnya, tapi bagaimanapun hambatan terus ada dan harus di eliminir untuk menjadikan ekonomi syariah bertumbuh cepat di Indonesia,” katanya kepada wartawan di sela pelatihan ekonomi syariah di Malang, akhir pekan lalu.

Nafik mengidentifikasi 10 hambatan dalam pengembangan ekonomi syariah adalah pertama, tingkat kekaffahan operasional lembaga ekonomi dan keuangan Syariah (LEKS) dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Syariah Islam yang dinilai masih relatif rendah. Kedua, rdukasi dan sosialisasi ekonomi syariah yang belum optimal di masyarakat.

Ketiga, enterpreneur pelaku ekonomi syariah baik pada sektor keuangan maupun sektor riil masih relatif sedikit. Keempat, penyiapan dan ketersediaan Sumberdaya Insani yang mumpuni baik aspek kesyariahannya maupun aspek ekonomi syariahnya yang masih kurang.

Kelima, masih terbatasnya jaringan bisnis industri keuangan dan perbankan syariah. Keenam, image masyarakat bahwa perbankan syariah lebih mahal dari bank konvensional. Ketujuh, portofolio bagi hasil yang masih rendah pada industri keuangan dan perbankan syariah.

Kedelapan, Harmonisasi dan sinkronisasi serta intergrasi fungsi, struktur dan hubungan Dewan Syariah Nasional (DSN), Dewan Pengawas Syariah (DPS), BI, OJK dan Pemerintah maupun institusi lain terkait. Kesembilan, riset dan development yang belum menjadi tumpuan dalam pengembangan dan akselerasi ekonomi syariah yang berbasis potensi ekonomi.

Dan terakhir, belum adanya keperpihakan dari pemerintah dalam pengembangan dan implementasi ekonomi Syariah dalam rangka mendukung pembangunan perekonomian.

“Dukungan pemerintah dan pengambil kebijakan terkait memang sangat penting dalam menentukan keberhasilan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pemerintah harusnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah dengan intervensi positif, seperti misalnya memperbesar penempatan dana-dana pemerintah di perbankan syariah,” tegas Nafik. kbc8

Bagikan artikel ini: