Mulai Oktober, BTN pangkas bunga KPR jadi 9,5%

Kamis, 14 Juli 2016 | 07:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jadi single digit. Pada bulan Oktober mendatang, suku bunga KPR Bank BTN akan turun menjadi 9,5%.

Langkah ini sebagai respon atas diturunkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,5% dari 6,75% dan penerapan 7 days repo rate 5,25%.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Bank BTN Maryono usai menandatangani perjanjian kerja sama dengan SBM ITB di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).

"Kita memang merencanakan penurunan kredit secara bertahap. Suku bunga BI apa lagi nanti Agustus aturan mengenai seven days repo rate mulai diberlakukan, maka suku bunga akan kami turunkan lagi. Nanti kami sampai Oktober itu di single digit 9,5%," kata Maryono.

Bank pelat merah tersebut pun belum melakukan perubahan terkait target pertumbuhan kredit di tahun 2016. Bank berkode BBTN itu akan melihat pertumbuhan kredit hingga triwulan III-2016 untuk memastikan pertumbuhan kreditnya sudah sesuai dengan rencana awal.

"Kami tidak lakukan revisi, karena rencana kami di awal sudah buat rencana yang optimistis. Karena dengan adanya posisi ini akan kita lihat di triwulan III," ujar Maryono.

Pada semester I-2016, Bank BTN mencatat pertumbuhan kredit berada di angka 19% hingga 20%. Pertumbuhan kredit ini dianggap sebagai pencapaian terbaik dibandingkan bank lain.

"Semester I kira-kira tumbuh di atas rata-rata industri, 19% sampai 20%," tutur Maryono.

Target Pembangunan 570.000 Rumah Tahun Ini

BTN juga menargetkan pembangunan 570.000 rumah hingga akhir tahun 2016. Besaran target tersebut sesuai dengan rencana pemerintah untuk merealisasikan program satu juta rumah.

Dibandingkan tahun kemarin, target pembangunan rumah di tahun ini mengalami peningkatan hingga 100.000 unit. Di tahun lalu Bank BTN mampu merealisasikan rumah sebanyak 470.000 unit. Sedangkan hingga pertengahan tahun ini, Bank BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan konstruksi hingga 300.000 unit.

"Tahun kemarin penyekesaian satu juta rumah 470.000 unit KPR dan proses konstruksi. 30 Juni KPR dan konstruksi 300.000 unit. Targetnya 570.000 unit," jelas Maryono.

Sebanyak 570.000 unit rumah yang akan direalisasikan tahun ini meliputi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan rumah KPR untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di tahun ini Bank BTN pun akan menyasar KPR kepada Masyarakat Berpenghasilan Tidak Tetap (MBTT) bagi para pekerja informal.

"Membangun Rusunawa dan ada perumahan untuk non formal, sehingga total dari Kementerian PUPR itu satu juta, dari BTN 570.000," tutur Maryono.

Hingga saat ini Bank BTN sudah menyalurkan 300.000 rumah kepada para nasabahnya. Sehingga diperkirakan pada semester II 2016 penyaluran KPR oleh BTN lebih banyak lagi sehingga mampu mencapai target 570.000 unit rumah.

"Di tengah tahun 300.000, semester II itu akan lebih kencang lagi. November 500.000 KPR dan konstruksi," kata Maryono. kbc10

Bagikan artikel ini: