Dituding tiru logonya, Adidas gugat merek asal Indonesia ini

Rabu, 13 Juli 2016 | 17:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan asal Jerman, Adidas AG, meminta pengadilan niaga untuk membatalkan pendaftaran merek dan logo milik pengusaha Indonesia, karena diklaim mempunyai kemiripan dengan logo 3-Bars dan 3-Stripes.

Dalam melayangkan gugatannya, Adidas diwakili kuasa hukumnya Juliane S. Manurung dari kantor Suryomurcito & Co. Produsen sepatu dan pakaian olahraga yang berbasis di Bavaria itu hendak membatalkan logo yang terdaftar No. IDM000210005 dan No. IDM000153345 untuk kelas barang (nice) nomor 25.

Adapun, tergugat (Jimmy Sanjaya) mendaftarkan merek Sportment pada kelas 25. Kelas barang 25 tersebut melindungi segala macam produk konveksi baik pria mau pun wanita, bermacam jenis sepatu, kaos kaki, hingga ikat pinggang.

“Merek-merek milik tergugat memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan logo 3-Bars milik peng gugat,” tulis penggugat dalam berkasnya seperti dikutip, Senin (11/7/2016).

Penggugat mengklaim logonya sudah menjadi merek terkenal dan dikenal luas oleh masyarakat dunia. Dalilnya telah sesuai dengan Pasal 6 ayat 1 huruf b Undangundang No. 15/2001 tentang Merek.

Menurutnya, merek tergugat telah didaftarkan dengan iktikad tidak baik. Tergugat diketahui menggunakan logo 3-Bars dan 3-Stripes yang mirip dengan milik penggugat dalam beberapa produknya.

Tergugat dinilai telah melakukan bentuk peniruan dan bertujuan membonceng keterkenalan merek milik penggugat. Pengadilan telah menyatakan logo 3-Stripes Adidas sebagai merek terkenal melalui putusan No. 13/Merek/2010/ PN.Niaga.Jkt.Pst dan No. 111/Merek/2011/PN.Niaga.Jkt.Pst

Dia menjelaskan tergugat pernah mengajukan permohonan pendaftaran merek dan logo Equipment pada 2000 dengan agenda No. D00179476. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Direktorat Merek, yang menjadi turut tergugat dalam perkara ini, karena mempunyai persamaan dengan 3-Bars milik Adidas.

Merek tergugat, lanjutnya, memiliki bentuk segitiga yang sama dan proporsi tiga balok dengan perbedaan tinggi bertahap. Adidas meminta majelis hakim untuk mengukuhkan 3 Bars dan 3-Stripes sebagai merek terkenal dan sebagai pi hak satu-satunya yang berhak untuk menggunakan di Indonesia.

Penggugat merupakan salah satu produsen sepatu dan perlengkapan olahraga sejak 1949 asal Jerman. Merek 3-Stripes diciptakan oleh Adi Dassler saat awal pen diriannya untuk seluruh produk jualannya.

Adapun, merek 3-Bars baru diciptakan oleh Direktur Kreatif Adidas Peter Moore pada 1990. Merek tersebut dipergunakan untuk produk olahraga dengan desain estetika yang mutakhir.

Penjualan kedua merek milik penggugat telah meluas ke Asia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Untuk pasar Asia, penggugat telah menempatkan 202 gerai penjualan dan 235 toko konsep di dunia.

Bentuk promosi yang telah dilakukan adalah menjadi sponsor resmi, pemasok, dan pemegang lisensi Piala Dunia FIFA 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Selain itu, kontrak kerja sama juga dijalin dengan sejumlah atlet di beberapa bidang olahraga secara pribadi.

Di Indonesia, imbuhnya, sejumlah produknya telah lama beredar dan menjadikan sebagai salah satu produksi utama selama 27 tahun terakhir. Berdasarkan data Ke menterian Perdagangan, jumlah modal yang ditanamkan mencapai Rp126,6 miliar.

Penggugat mendaftarkan perkara dengan No. 38/Pdt.Sus-Merek/2016/PN.Jkt. Pstsejak 13 Juni 2016. Proses per sidangan akan dilanjutkan dengan agenda pemanggilan tergugat pada 19 Juli 2016. kbc10

Bagikan artikel ini: