Jamin produknya higienis APP sertifikasikan halal produk tisu

Jum'at, 1 Juli 2016 | 08:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri tisu nasional mulai berkonsentrasi untuk menyertakan sertifikasi halal dalam produknya. Ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan kualitas serta higienitas produknya. Pasalnya, saat ini di pasaran banyak beredar tisu yang tidak halal dan tidak higienis sehingga dapat membahayakan kesehatan konsumen secara jangka panjang.

 

Regional Head SEA & Korea Asia Pulp & Paper (APP) Tissue Division Widianto Juwono mengatakan, banyak tisu yang terbuat dari bahan daur ulang dan tidak higienis. Bahan daur ulang yang dimaksud yakni koran bekas, kardus bekas, dan beberapa bungkus makanan bekas. Bahan-bahan daur ulang ini dicampur menjadi bubur kertas dan ditambahkan pemutih, kemudian diproses menjadi tisu.

"Bahan kimia yang dicampurkan dalam tisu tersebut tidak bagus bagi tubuh, dan kandungan bakteri tisu daur ulang seribu kali lebih banyak dari tisu yang menggunakan serat alami," ujar Widianto di Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Widianto menjelaskan, tidak mudah untuk mendapatkan sertifikasi tisu halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebab harus melalui rangkaian prosedur yang cukup ketat. Sertifikasi halal pada suatu produk sangat penting terutama jika produk tersebut dipasarkan di negara yang penduduknya mayoritas muslim. Dengan adanya sertifikasi halal, maka akan mempermudah konsumen dalam mengidentifikasi produk-produk yang halal dan tidak halal.

Menurut Widianto, sebenarnya belum ada keharusan dari pemerintah untuk mendapatkan sertifikasi halal produk tisu. Hal ini merupakan inisiatif dari APP untuk meningkatkan kualitas produk dalam rangka memberikan produk yang terbaik bagi konsumen. Standarisasi halal tersebut merupakan upaya dari APP dan MUI untuk memberikan edukasi sehingga nantinya dapat menjadi standar industri.

"Selain sertifikasi halal, pasar ekspor juga concern dengan produk tisu yang higienis," kata Widianto. kbc10

Bagikan artikel ini: