Fortune Mate gandeng Sinar Mas Land garap superblok di Surabaya Barat

Jum'at, 24 Juni 2016 | 06:45 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kawasan Surabaya Barat menjadi magnet tersendiri bagi perusahaan pengembang properti seiring dengan terus dibangunnya proyek infrastruktur jalan di kawasan itu. Selain itu Surabaya Barat juga masih memiliki lahan yang cukup luas.

Salah satu pengembang yang melihat potensi ini adalah PT Fortune Mate Indonesia Tbk. Perusahaan yang sudah mencatatkan saham di bursa ini bahkan telah melakukan kerja sama dengan Sinar Mas Land melalui anak usahanya, yakni PT Mitra Karya Multiguna untuk mengembangkan superblok di kawasan Surabaya Barat.

Dalam kerja sama itu, Fortune Mate melalui anak usahanya PT Multi Bangun Sarana (MBS) melalukan penyertaan modal sebesar 18% atau senilai Rp263,99 miliar.

Direktur Fortune Mate, Aprianto Susanto mengatakan, untuk tahap awal, kerja sama antara kedua perusahaan adalah untuk pengadaan lahan. Saat ini, Mitra Karya Multiguna memiliki lahan seluas sekitar 300 hektare, sementara MBS menyiapkan lahan seluas lebih dari 100 hektare di kawasan Benowo Surabaya.

"Dasar dari kerja sama ini adalah bahwa kami memiliki sejumlah lahan di kawasan pengembangan proyek Sinar Mas Land. Nah, karena memiliki misi yang sama untuk mengembangkan kawasan itu, akhirnya kami sepakat melakukan merger," katanya saat paparan publik Fortune Mate di Surabaya, Kamis (23/6/2016).

Adapun dalam penyertaan modal Rp263,99 miliar dari Fortune Mate terhadap rencana proyek superblok itu, sebanyak Rp150 miliar merupakan dana pinjaman dan sisanya merupakan dana internal.

"Harapannya melalui merger seperti ini dapat mendongkrak kinerja Fortune, karena tanpa perlu menjual lahannya, tetapi mendapat keuntungan yang bagus," ujar Aprianto didampingi Direktur perseroan, Donny Gunawan.

Saat ini, lanjut dia, tahapannya masih perencanaan dan terus mematangkan lahan, mengingat potensi untuk perluasan lahan sangat terbuka. Rencananya proyek superblok itu akan mencakup perumahan, komersial dan mungkin bakal ada pergudangan. Hanya saja berapa komposisinya masih belum dapat diketahui.

"Site plan mungkin akan selesai 2-3 tahun lagi, karena dalam pengembangan superblok ini kami juga harus memikirkan akses di kawasan Surabaya barat itu, yang kebetulan juga bakal ada Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB)," jelasnya.

Aprianto menambahkan, langkah merger itu merupakan salah satu strategi bisnis perseroan untuk beberapa tahun ke depan. Saat ini, perseroan masih fokus terhadap sejumlah proyek, seperti warehouse di kawasan Tambak Sawah Sidoarjo seluas 8 hektare, juga beberapa proyek perumahan di Surabaya.

Sementara itu sepanjang tahun 2015, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp238,86 miliar atau naik 436,95% dibandingkan penjualan 2014 yang hanya Rp44,48 miliar.

Penjualan tersebut dikontribusi oleh penjualan lahan sebesar Rp185 miliar dan penjualan rumah serta gudang Rp53,7 miliar. Sedang laba bersih tahun 2015 tercatat sebesar Rp 82,23 miliar atau melambung 3.099% dibanding laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 2,57 miliar.

Dengan mulai membaiknya kinerja perseroan, Aprianto optimistis hingga akhir tahun ini penjualan akan tumbuh minimal 20% dibanding realisasi tahun 2015. "Sampai dengan kuartal I/2016 ini sudah terealisasi penjualan sebesar Rp66 miliar dan laba mencapai Rp 24,3 miliar," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: