Ketimbang merek, orang Indonesia pilih ketahanan baterai saat beli smartphone

Selasa, 7 Juni 2016 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Apa yang menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat membeli spartphone? Ternyata daya tahan baterai menjadi prioritas utama yang diperhatikan ketimbang merek.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Niaga dan Bisnis lembaga riset MARS Indonesia, Suryo A. Soekarno, di Jakarta, Senin (6/6/2016).

"Daya tahan baterai menjadi prioritas utama para pencari smartphone di Indonesia, disusul sistem operasi yang digunakan harus Android dan selanjutnya kecepatan aplikasi peramban internet di urutan ketiga," kata Suryo.

Data tersebut didapati MARS lewat riset yang diinisiasi produsen ponsel merek lokal, Advan, yang tengah berusaha mengembangkan smartphone yang berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Sementara, faktor merek sendiri tidak menjadi prioritas utama bagi pengguna smartphone di Indonesia, hanya menempati urutan kesembilan dari prioritas perhatian dalam memilih smartphone.

"Itu artinya celah yang harus bisa dimanfaatkan ponsel merek lokal seperti Advan," kata Suryo.

Di antara responden yang dikumpulkan MARS dalam survei tersebut 28,2 persen memiliki persepsi bahwa smartphone bermerek lokal memiliki kualitas yang kurang bagus. Persepsi lain yang ditemukan MARS di antara responden terhadap smartphone bermerek lokal antara lain adalah kurang diminati, mudah rusak, harga murahm baterai cepat panas, ruang penyimpanan internal kecil, resolusi kamera kurang jernih, daya tahan baterai lemah dan kapasitas RAM kecil.

"Tetapi di sisi lain, responden juga masih bisa menerima smartphone merek lokal apabila dalam pengembangannya memiliki kualitas yang bagus," kata Suryo.

Sebanyak 44,5 persen responden menjawab demikian, selain fiturnya harus canggih (9,6 persen), kapasitas baterai ditingkatkan (7,2 persen), promosi diperbanyak (7,2 persen), meningkatkan spesifikasi baik itu CPU, GPU, layar maupun kamera (6,7 persen) dan promosi semakin gencar (6,2 persen). kbc10

Bagikan artikel ini: