Exxon klaim mampu katrol produksi minyak Cepu hingga 200.000 bph, tapi ada syaratnya...

Kamis, 26 Mei 2016 | 15:44 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Exxon Mobil Indonesia mengklaim mampu meningkatkan produksi minyak di Blok Cepu, Jawa Timur, hingga 200.000 barel per hari (bph) dari saat ini sebesar 185.000 bph. Namun peluang itu baru dapat terealisasi apabila kegiatan eksploitasi tersebut mendapat persetujuan pemerintah.

"Masih ada potensi untuk meningkatkan produksi blok Cepu ke atas 185.000 barel per hari," ujar Juru Bicara Exxon Mobil Indonesia Erwin Maryoto kepada wartawan, Kamis (26/5/2016).

Menurut Erwin, peningkatan output dari sumur minyak Banyu Urip, Cepu, mempunyai pengaruh penting bagi upaya jangka panjang pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan minyak domestik yang terus meningkat ketika produksi minyak dari sumur-sumur lain semkin menyusut.

"[Produksi] bisa mencapai 200.000 barrel per hari, tapi hanya jika pemerintah bersedia memberi izin, termasuk penilaian dampak lingkungan. Kami siap untuk meningkatkan produksi," ujarnya.

Produksi minyak mentah Cepu sudah ditingkatkan lebih dari tiga kali sepanjang 2015, sehingga mencapai 130.000 bph pada Desember lalu ketika Exxon mulai mengoperasikan proyek fasilitas pemrosesan. Sebelumnya, Exxon mengalami maslaah dan kemunduran dalam pengembangan Cepu, termasuk sengketa dengan pekerja yang mengakibatkan penurunan produksi pada Agustus lalu.

Deputi ketua SKK Migas Mohammad Zikrullah mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi potensi kenaikan produksi blok Cepu, karena akan meningkatkan biaya produksi. Exxon bermitra dengan Pertamina dalam mengoperaikan sumur Banyu Urip.

"Kapasitas fasilitas [produksi Banyu Urip] saat ini hanya 185.000 barrel per hari, sehingga jika ditingkatkan, akan menambah belanja modal," kata dia.

Rata-rata harian produksi minyak mentah Indonesia pada kuartal pertama tahun ini mencapai 835.000 bph, naik dari rata-rata harian sebesar 786.00 bph pada 2015 lalu. Sebagian kenaikan tersebut disumbangkan dari produksi minyak sumur Banyu Urip. kbc11 

Bagikan artikel ini: