Tahun depan, kebutuhan jagung industri pakan ternak hanya dipenuhi dari petani

Selasa, 24 Mei 2016 | 11:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) meminta industri pakan ternak menyerap 100% jagung petani pada tahun 2017 mendatang. Artinya, Kementan tidak akan mengeluarkan rekomendasi teknis persetujan impor jagung bagi sektor ini .

Sekjen Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Desianto Budi Utomo di Jakarta, Selasa (25/5/2016) mengatakan, hasil pertemuan dengan Menteri Amran Sulaiman meminta agar industri pakan mampu menyerap produksi jagung ditingkat petani.Keinginan tersebut sebagai rencana aksi swasembada jagung yang ditargetkan mampu direalisir pada 2017 mendatang.

"Pertemuan sangat kondusif dan kami menjalin babak baru dengan pak Menteri, bahwa pada prinsipnya kami in line dengan  program-program kedepan pak menteri khususnya upaya pak menteri agar kami mendukung target pemerintah tahun depan  bisa benar-benar impor jagung 0% dapat terwujud," terang Desianto.

Data GPMT mencatat importasi jagung pada tahun 2015 mencapai sebesar 3,1 juta ton.Sedangkan tahun 2015 ini akan tekan sebesar 50% sehingga mencapai sekitar 1,2 - 1,5 juta ton.

"Tahun ini kan sudah 50 persen dari tahun lalu jadi sudah sangat kondusif dan kita ingin mengembangkan jagung lokal. Kita ingin membantu petani, petani untung, nanti petani bisa mempunyai daya beli dan juga akan mendukung peningkatan konsumsi protein hewani," tambahnya.

Menurutnya harga jagung yang berlaku saat ini berkisar Rp 3.200-Rp 3.450 per kilogram (kg)  -di gudang pabrik. Harga jagung tersebut terbilang masih dapat diterima industriawan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim, posisi stok jagung industri pakan untuk kebutuhan nasional saat ini tersedia sebanyak satu bulan kedepan,yakni hingga pertengahan juni. Kondisi jagung saat ini kondusif. Kementerian Pertanian akan terus mengembangkan produksi jagung lokal.

Amran juga menambahkan pemerintah meminta agar para pelaku usaha (produsen pakan) dapat menjadi pionir dalam menyukseskan swasembada jagung melalui peningkatan produksi dan produktivitas jagung nasional.

Kesempatan berbeda, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Dsembiring mengatakan sasaran produksi jagung tahun 2016 ini mencapai 24 juta ton. Target produksi jagung tersebut terbilang ambisius, pasalnya ASEM BPS menyebutkan realisasi produksi jagung tahun 2015 lalu saja hanya sebesar 19,6 juta ton .Realisasi produksi jagung tersebut dibawah ekspetasi Kementan yang menargetkan produksi sebesar 25 juta ton.kbc11

Bagikan artikel ini: