Pacu kunjungan wisatawan ke Madura, BPWS undang ratusan travel agent

Minggu, 22 Mei 2016 | 11:10 WIB ET
Plt Kepala BPWS (tiga dari kanan) (KB/Purna Budi N)
Plt Kepala BPWS (tiga dari kanan) (KB/Purna Budi N)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pulau Madura memiliki potensi wisata yang belum banyak dikenal masyarakat. Akibatnya,tidak banyak paket wisata yang menjual keindahan Pulau Madura. 

Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) pun tidak tinggal diam. Untuk memperkenalkan potensi wisata Madura, BPWS mengundang lebih dari 100 pengusaha Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) untuk mengeksplorasi beberapa destinasi wisata di pulau garam.

”Ada sekitar 120 pengusaha travel agent se-Indonesia yang mengikuti Famtrip Wisata Suramadu  serta ada dua juga dari Thailand dan Malaysia yang juga ikut,” kata Kepala Divisi Investasi dan Perizinan BPWS, Ari Winarno ketika ditemui di kantornya, di Surabaya, Sabtu (20/5).

Dikatakan Ari, BPWS memiliki tugas untuk memberikan stimulasi untuk menumbuhkan perekonomian di Madura. ”Salah satunya melalui pariwisata. Dengan adanya stimulasi dari sektor pariwisata diharapkan kesejahteraan masyarakatnya akan meningkat pula,” tuturnya.

Madura memiliki beragam potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Mulai dari wisata budaya seperti pantai camplong, Sampang, museum Pamekasan, museum dan keraton Sumenep, vihara Avalokitesvara di Pamekasan, pertunjukan Karapan sapi dan Sapi Sono. Tentunya tidak ketinggalan menyaksikan pembuatan batik Madura yang bernilai seni tinggi.  

Selain itu juga wisata alam seperti Pelabuhan Tanjung, Pulau Gili Labak yang dikenal sebagai virgin islandkarena udaranya yang masih murni serta Pulau Gili Genting yang ada di Sumenep.  ”Di sini wisatawan bisa snorkeling di pantai yang airnya masih bersih,” ujar Ari. Untuk wisata alam, Madura juga memiliki Bukit Palelangan dan Bukit Jaddih di Bangkalan yang akhir-akhir ini menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berfoto kemudian diunggah ke sosial media.

Keunggulan wisata di Madura juga ditunjang dengan infrastruktur berupa akses jalan yang mendukung. ”Untuk jalan sudah bagus. Tidak ada kendala. Yang mungkin masih menjadi keluhan hanya airnya saja. Karena memang kan di sana air asin,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini: