Tempe masuk dalam komoditas pengembangan di PBB

Selasa, 17 Mei 2016 | 14:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia bersama organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa menandatangani kesepakatan program pengembangan industri dengan nama United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Salah satu komoditas olahan yang dikembangkan adalah tempe.

"Kenapa tempe, karena itu dekat dengan orang biasa dan bisa dibuat di mana saja. Kita akan kembangkan untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia," kata Direktur Jenderal UNIDO Li Yong di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Menurut Li, tahap pengembangan yang akan dilakukan adalah memberikan peralatan dengan teknologi memadai bagi masyarakat industri kecil dan menengah (IKM) yang mengolah tempe.

Direktorat Jenderal Industri Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, selain dekat dengan masyarakat miskin, tempe juga dipilih karena memiliki sumber nutrisi yang cukup. "Jadi, ini perlu digalakan. At least, masyarakat miskin masih mempunyai gizi yang cukup. Dan pengentasan kemiskinan menjadi misi mereka," kata Sigit.

Untuk mengembangkan industri pengolahan tempe ini, UNIDO dan Indonesia sedang menunggu sambil mempromosikannya kepada country donor—negara yang memberikan dana—tentang rencana yang tertuang dalam Indonesia Country Programme 2016-2020 tersebut.

Selain tempe, terdapat tiga industri lain yang akan dikembangkan di bawah Kemenperin melalui program tersebut, yakni pengembangan kawasan industri, pelatihan sumber daya manusia bidang otomotif, dan efisiensi energi untuk IKM. kbc10

Bagikan artikel ini: