Perencana kota kelas dunia kumpul di Bali, ada apa?

Selasa, 10 Mei 2016 | 09:47 WIB ET

DENPASAR, kabarbisnis.com: Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya dengan memiliki banyak peninggalan bersejarah. Sayangnya, potensi itu belum banyak dioptimalkan.

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto mengatakan, untuk dapat memaksimalkan potensi sebuah kawasan diperlukan keterpaduan infrastruktur penunjang kawasan di sekitarnya.

"Warisan budaya ini punya potensi yang besar untuk menjadi pusat pariwisata yang akhirnya bisa menggerakkan perekonomian kawasan di sekitarnya. Warisan ini bisa dikembangkan menjadi aset bernilai ekonomis," ujar Dwi di Hotel Werdhapura, Denpasar, Bali, Senin (9/5/2016).

Infrastruktur yang dibangun pun tidak boleh sembarangan. Butuh kesesuaian dan ketelitian agar tidak menghilangkan nilai bersejarah sebuah kawasan.

Berkenaan dengan hal tersebut, hari ini digelar Heritage International Workshop. Seminar ini berisi rangkaian diskusi interaktif  yang mengangkat tema seputar pengembangan kawasan, paparan inspiratif berbagai kota yang berhasil mengembangkan infrastrukturnya untuk menjadikan aset warisan bersejarah.

Dalam acara yang digelar Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR bersama Institute Internasional untuk Satudi Asia (IIAS) ini menghadirkan narasumber pakar pengembangan kawasan alias urban development planner berkelas internasional seperti Cor Dijkgraaf yang merupakan tim pakar dari Leiden University, Belanda.

Para pakar akan membahas pelestarian sebuah kawasan kota bersejarah yang disebut kota pusaka agar mendapat pengakuan sebagai Daftar Warisan Dunia oleh UNESCO (The United Nations Organization for Education, Science and Culture).

"Dalam diskusi ini kita mengundang juga pembicara dari Thailand dan Malaysia yang sudah memiliki kota pusaka sebelumnya. Persyartannya apa saja? Dokumen yang harus disiapkan apa saja? Dan pengembangan infrastruktur penunjang yang sesuai dengan penilaian UNESCO itu seperti apa?" tutur dia.

Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR sendiri sebenarnya punya program bernama Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) yang melingkupi pengembangan 45 kota di seluruh Indonesia.

Lewat acara ini diharapkan dapat diperoleh masukan berharga untuk meningkatkan kualitas kawasan budaya dan bersejarah menjadi kawasan yang lebih bernilai ekonomis tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarah kawasan itu sendiri. kbc10

Bagikan artikel ini: