Terus merugi, Adidas berniat lego bisnis golf

Sabtu, 7 Mei 2016 | 11:59 WIB ET

BERLIN, kabarbisnis.com: Karena terus menerus menderita kerugian, raksasa produsen perlengkapan olahraga Adidas berencana menjual sebagian besar bisnis perlengkapan golfnya.

Adidas belum lama ini memang melaporkan penjualan yang amat bagus pada kuartal I 2016, namun bukan di lini bisnis golf.

Pihak Adidas pun menyatakan ingin fokus pada bisnis sepatu dan pakaian olahraga. Pada bulan Agustus tahun 2015 lalu, perusahaan asal Jerman tersebut meluncurkan tinjauan bisnis golfnya.

Popularitas golf telah menurun tajam di Amerika Serikat sejak tahun 2000 silam ketika pegolf Tiger Woods berada di puncak kariernya.

Pada saat itu, perlengkapan golf menyumbang separuh dari keseluruhan pasar global. Namun, popularitas golf terus surut dan membuat lini bisnis golf Adidas terus mengalami kerugian.

Adidas berharap dapat menjual merek perlengkapan golf Taylormade, Adams, dan Ashworth. Ketiga merek ini merepresentasikan 60 persen dari unit bisnis golf Adidas.

Adidas telah memiliki TaylorMade sejak tahun 1997. Kemudian, Adidas memiliki Ashworth di tahun 2008 dan Adams pada tahun 2012.

Kepemilikan tiga merek perlengkapan golf ini guna menjadikan Adidas sebagai pemasok perlengkapan golf terbesar dunia. Pada tahun 2015, penjualan unit golf Adidas jatuh 13 persen menjadi 1,04 miliar dollar AS atau setara 5,3 persen dari total penjualan Adidas.

Analis di UBS menyatakan, penjualan unit bisnis golf Adidas harus bertujuan untuk menghilangkan volatilitas pendapatan dari bisnis perlengkapan olahraga dengan biaya tetap yang lebih tinggi dan visibilitas penjualan yang lebih rendah ketimbang perlengkapan olahraga tradisional.

Adidas juga mengumumkan peningkatan penjualan sebesar 31 persen pada merek inti di Amerika Utara pada kuartal I 2016. Peningkatan ini berkat peningkatan pemasaran, termasuk kemitraan dengan para selebriti seperti Kanye West. kbc10

Bagikan artikel ini: