BI bantah terbitkan uang pecahan Rp200 ribu

Jum'at, 29 April 2016 | 16:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Belakangan masyarakat dihebohkan dengan informasi beredarnya uang pecahan Rp200 ribu di media sosial (medsos).

Atas hal ini, pihak Bank Indonesia (BI) memberikan klarifikasi perihal informasi di media sosial yang menyatakan adanya uang rupiah pecahan Rp200 ribu.

“Terkait informasi yang beredar mengenai uang pecahan Rp200 ribu, Bank Indonesia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar,” tulis pernyataan BI, di Jakarta, Jumat (29/4/2016).

Berdasarkan pernyataan resminya, sampai saat ini Bank Indonesia hanya mengeluarkan dan mengatur nominal pecahan rupiah paling besar yaitu Rp100 ribu. Bank sentral dengan tegas menyatakan tidak mengeluarkan uang pecahan Rp200 ribu seperti gambar di atas.

“Saat ini, uang Rupiah pecahan terbesar adalah Rp100.000,” sebut pernyataan BI.

Selama ini, BI memiliki aturan jika ingin mengeluarkan pecahan baru dari mata uang rupiah. “Untuk tiap uang pecahan baru yang dikeluarkan, Bank Indonesia akan mengeluarkan pernyataan resmi di media massa & web http://www.bi.go.id,” jelas BI.

Nah, sejatinya dari mana asal uang pecahan Rp. 200.000 ini? Jika diamati, pecahan Rp. 200.000 terdapat tulisan Polo Ralph Lauren (PRL) Indonesia dibagian kiri bawah. Demikian halnya gambar yang tertera merupakan gambar orang bermain polo yang menjadi ciri khas Polo Ralph.

Penjelasan terhadap pecahan Rp. 200.000 tersebut disampaikan akun Facebook Tyo Vocalola yang merupakan Adcom PRL Indonesia. “Mata uang pecahan Rp.200.000 yang ramai dibicarakan, sebenarnya adalah voucher potongan harga untuk pembelian produk kami pada periode dan tempat tertentu,” tulisnya.

Menurutnya, desainnya memang sengaja dibuat mirip seperti mata uang umumnya di indonesia. Tetapi seluruh materi yang terkandung didalam desain uang tersebut tidak mengandungg elemen yang memiliki hak cipta dari desain mata uang nasional.

“Di dalam desain tersebut tidak ada satupun atribut dari Bank Indonesia atau lembaga tertentu yang sifatnya kami jiplak atau tiru. Kami mendesain ulang voucher berdesain mata uang tersebut dengan cara mengubah total desain tersebut,” lanjutnya. kbc10

Bagikan artikel ini: