Gadis cantik ini sukses berbisnis berkat bom Sarinah

Kamis, 28 April 2016 | 15:51 WIB ET

KEJADIAN bom Sarinah di Jakarta beberapa waktu lalu membuat sebagian besar mata masyarakat tertuju pada dandanan aparat Kepolisian Polda Metro Jaya dengan seragam kaus bertuliskan 'Turn Back Crime'.

Hal ini membuat jiwa bisnis Lola Diara Fidya muncul. "Pas aku lihat pakaian yang dipakai polisi, aku langsung mikir (kaus Turn Back Crime) ini bisa dijadikan bisnis. Seminggu setelah kejadian bom, aku langsung buka Pre Order (PO)," kata Lola.

Memanfaatkan jaringan konveksi yang dimilikinya, Lola langsung membuat akun Instagram @turnbackcrime_id dan menawarkan kaus berkerah--polo shirt-- itu. Gayung bersambut, Lola mendapat banyak pesanan dan memproduksinya tanpa modal.

"Jadi aku mulai bisnis ini tanpa modal. Aku bayar (produksi) pakai uang pembeli yang sudah kirim itu," katanya.

Wanita berusia 19 tahun itu langsung kebanjiran pesanan. Dalam sepekan, dia bisa memproduksi kaus tersebut sebanyak 200 item, dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp115 ribu (kaus) hingga Rp159 ribu (polo shirt).

Bisnis yang dijalaninya sekitar satu bulan dua minggu itu pun cukup membuat Lola tersenyum. Pasalnya sampai saat ini, dia sudah memproduksi 1.000 kaus yang dikenakan aparat Polda Metro Jaya dan 800 untuk sipil alias masyarakat.

"Jadi (hasil penjualan ini) di luar ekspektasi. Penjualannya luar biasa. Kalau ditotal omzetnya lebih dari Rp100 juta," kata wanita kelahiran 1996 itu.

Lola menambahkan, @turnbackcrime_id miliknya memiliki desain yang berbeda. Kaus desainnya bertuliskan 'Republica de INDONESIA' di sebelah kiri, lalu tulisan 'TURN BACK CRIME' sisi kanan, serta INTERPOL di bagian belakang kaus.

Bagaimana bisnis itu bisa sukses dijalaninya dalam waktu singkat?  Lola mengaku punya strategi khusus dalam menjual produknya. Mulai dari memasarkan produk on the road di malam hari, hingga memberi harga spesial.

"Jadi saya jualnya dengan harga gantung, misalnya Polo Shirt Rp159 ribu, Sweater Rp219 ribu. Itu namanya (strategi penjualan) hypnotized price," kata Lola.

Wanita berusia 19 tahun itu menilai kalau hypnotized price, menjadi strategi pemasaran yang cukup ampuh dalam berbisnis. Harga yang ditawarkan dalam bisnis @turnbackcrime_id ditegaskan Lola, mampu memikat para pembeli.

Ketika pembeli sudah mulai melirik hingga akhirnya bertransaksi, demi menciptakan perasaan istimewa pada para pelanggannya yang lain, Lola kembali menjalankan strategi lainnya. Dia memberikan potongan harga.

"Jadi kalau beli satu kaus Rp119 ribu, tapi kalau beli sekaligus 3, harga Rp100 ribu," ungkap Lola.

Pebisnis muda yang juga menjabat sebagai investment manager di perusahaan pialang itu mengaku, dalam berbisnis tak ingin mengikuti harga pasar. "Karena yang kami jual adalah harga dan ada kualitasnya," pungkasnya. (Money.id)

Bagikan artikel ini: