Australia bikin arsip sejarah Indonesia berformat digital

Kamis, 28 April 2016 | 09:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perkembangan sosial dan politik Indonesia rupanya mendapat perhatian negara lain. Pemerintah Australia misalnya, telah majalah Inside Indonesia, yang mengisahkan lebih dari tiga puluh tahun sejarah perubahan sosial dan politik di Tanah Air dalam bentuk arsip digital.

Arsip-arsip tersebut sekaligus merangkum lebih dari tiga dekade kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia, dan menampilkan kontribusi dari komentator, cendekiawan, penulis dan aktivis Indonesia yang terkemuka.

Ketua Dewan Australia Indonesia Institute (AII) Tim Lindsey menjelaskan majalah tersebut pertama kali dipublikasikan di Melbourne pada 1983 oleh Program Sumber Daya dan Informasi Indonesia.

Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang lebih baik bagi pembacanya mengenai keberagaman masyarakat Indonesia, perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai demokrasi, hak asasi manusia, jender, persamaan ras, toleransi dan kelestarian lingkungan hidup yang lebih baik.

Ini adalah merupakan sumber bersejarah yang penting untuk kedua negara Indonesia dan Australia, katanya di sela-sela peluncuran arsip digital Inside Indonesiadi Universitas Indonesia, Rabu (27/4/2016).

Proses digitalisasi dari katalog majalah dapat terwujud berkat dukungan dari AII, Herb Feith Foundationdari Universitas Monash, dan National Library of Australia.

AII sendiri didirikan pada 1989 oleh Pemerintah Australia untuk mempromosikan hubungan kemasyarakatan dan didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

AII mendukung berbagai proyek dalam bidang seni, musik, pendidikan dan Studi Australia, kepemudaan, masyarakat sipil, antar agama, media dan sektor olahraga, imbuh Tim.

Setelah peluncuran arsip digitalInside Indonesia, delegasi Dewan AII akan berangkat ke Makassar untuk bertemu dengan pemerintah daerah, masyarakat sipil, akademisi, media dan tokoh budaya.

Dewan AII juga akan mengunjungi SDN Pacinongang Unggulan Makassar, sekolah yang terhubung online dengan Australia melalui program BRIDGE (Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement).Program ini menghubungkan ribuan pelajar dan guru Australia dan Indonesia.

"Ini mungkin merupakan kali pertama masyarakat Indonesia berkesempatan melihat Inside Indonesia dalam bentuk lengkap, dalam bentuk aslinya. Melihat kembali isu masa lalu yang menggambarkan perjalanan Indonesia yang mengagumkan," kata Tim. kbc10

Bagikan artikel ini: