Produksi pakan ternak 2016 diproyeksi capai 18,37 juta ton

Kamis, 7 April 2016 | 14:25 WIB ET

PALEMBANG, kabarbisnis.com: Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan) memproyeksikan peningkatan produksi pakan sektor peternakan tahun 2016 mencapai 18,37 juta ton.Adapun komoditas jagung memberikan kontribusi 50 % dari komponen pakan ternak

Artinya, terdapat proyeksi peningkatan produksi pakan ternak tahun ini sebesar 2 juta ton. Pasalnya, tahun 2015 lalu produksi pakan ternak sebesar 16,72 juta ton. Sekretaris Direktur Jendral PKH Kementan Rikhwantoro di Palembang, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Jagung,sebut Rikhwantoro, masih merupakan komoditas serelia terbesar yang dibutuhkan industri  pakan ternak. Akan ada produksi jagung lokal tahun ini sebesar 9,18 juta ton yang dapat dimanfaatkan industri pakan ternak.

Proyeksi kenaikan produksi jagung itu sebesar  810. 000 ton dibandingkan realisasi produksi jagung  tahun 2015 sebesar 8,36 juta ton. Apabila dibagi prorata tiap bulannya maka jagung yang dibutuhkan sektor industri pakan sebesar 697.000 ton.

Menurut Rikhwantoro  hasil rapat koordinator terbatas di kantor menko perekonomian memutuskan produksi jagung lokal akan memasok  70%  kebutuhan industri pakan , sementara sisanya yakni 30 % harus diimpor. Adapun untuk kebutuhan pakan industri pakan selama Januari-Maret 2016 , pemerintah menyepakati angka 600.000 ton.”Untuk stabilisasi harga, Bulog memperoleh pasokan  jagung ex industri pakan,” terang Rikhwantoro.

Perum Bulog, sambung Rikhwantoro, telah mendapatkan penugasan untuk menyerap kebutuhan untuk industri pakan ternak. Bulog sudah menyiapkan dana Rp 1,8 triliun dengan harga pembelian jagung sebesar Rp3.000 per kilogram (kg).Untuk keperluan itu, Bulog juga menyewa gudang penyimpanan,termasuk silo dan fasilitas lainnya dari importir swasta.

Angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional tahun 2015 sebesar 19,6 juta ton naik 3,17% atau lebih tinggi 0,61 juta ton dibandingkan 2014 sebesar 19 juta ton. Adapun tahun 2016, Kementan memprediksi produksi jagung naik progresif,menjadi 24 juta ton atau meningkat 8,8%.

Kemtan memproyeksikan tahun 2016, produksi jagung naik menjadi 24 juta ton atau diharapkan meningkat 8,8%.Kasubdit Jagung Ditjen Tanaman Pangan Bambang Sugiarto mengakui meski produksi jagung nasional mengalami surplus, namun Indonesia masih membutuhkan impor jagung.

"Memang ada missmatch.Produksi jagung kita tersebar. Industri pakan ada di beberapa titik. Industrinya (pakan ternak red) berbeda-beda disetiap tempat‎.Kita tidak menutup diri akan impor. Ada beberapa bulan kita mengalami defisit pasokanjagung," ujar Bambang.

Karenanya, pengembangan areal tanam jagung kedepan akan menggunakan pola kluster. Arahnya, areal penanaman akan didekatkan dengan industri pakan.kbc11

Bagikan artikel ini: