Gandeng tentara, pemerintah bentuk tim percepatan penyerapan gabah

Jum'at, 11 Maret 2016 | 11:01 WIB ET
(Ilustrasi)
(Ilustrasi)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk tim bersama percepatan penyerapan gabah pada tahun ini. Tim tersebut terdiri atas Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Kementerian Perdagangan, dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).

Tidak hanya itu, tim ini juga melibatkan Tentara Nasional Indonesia serta aparatur dinas pertanian di daerah.‎ "Atas arahan Presiden 7 Maret lalu, kesimpulan kita ambil dalam rapat kita membentuk tim ketua saya dan seluruh pemangku kepentingan ikut bersinergi untuk menyerap gabah dan beras 2016," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Berdasarkan kunjungan kerja di sejumlah daerah, Amran melihat harga gabah kering panen (GKP) merosot hingga Rp 3.000 per kilogram (kg). Padahal merujuk Inpres No 5 Tahun 2015, harga GKP ditetapkan Rp 3.700/kg.

Selama tiga bulan ke depan, terdapat luas panen sebesar 6 juta hektare (ha). Dengan asumsi 1 ha menghasilkan 5,3 ton GKP atau setara 2,93 ton beras, maka selama tiga bulan terdapat potensi panen padi sebesar 17,8 juta ton beras.

Karenanya, ‎dengan dibentuknya Tim bersama, dia berharap penyerapan ke depannya mampu mencapai target. "Insya Allah 3 bulan kedepan Maret, April, Mei, kita targetkan serap gabah 3 juta ton.Dengan sinergi tim kita mendahulukan kebersamaan egoisme sektoral kita hilangkan pasti bisa," kata Amran.

Amran menambahkan, pihaknya juga menyebarkan 50.000 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mendukung penyerapan beras.Menurutnya momen panen puncak mampu dimanfaatkan sebaik mungkin dengan koordinasi tim untuk mendistribusikan kepada masyarakat.

"Ini momen pemerintah serap gabah sebesar-besarnya produksi tinggi harga tengah ini bisa kita manfaatkan. Kalau tidak kita manfaatkan Oktober musim hujan, Biasanya harga mahal dibanding harga puncak," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: