Puluhan juta pekerja UKM terancam menganggur

Kamis, 18 Februari 2016 | 20:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketatnya persaingan harga dan mahalnya biaya produksi membuat para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Tanah Air menjerit. Mereka pun dikabarkan tengah ancang-ancang mengurangi tenaga kerjanya.

Ketua Bidang UKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah mencatat ada 56 juta UKM di Indonesia. Dari jumlah tersebut bisa menyerap tenaga kerja hingga 94 juta orang.

"Jumlah UKM tidak banyak, cuma 56 juta dengan bisa menyerap 94 juta orang. Ada yang sudah rencanakan (PHK) tapi kita dorong dibatalkan," ujarnya, dalam talkshow 'Akankah Gelombang PHK Berlanjut?' di Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Menurut Nina, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) cukup wajar mengingat kurangnya insentif dari pemerintah terhadap UKM, seperti bunga bank yang masih tinggi. Namun, Apindo akan terus mendorong UKM tetap menjalankan kegiatan usaha sehingga tidak tutup. (Baca: Marak PHK, Pengusaha Wanita Sentil Pemerintah)

"Kita jaga sama-sama agar enggak terjadi PHK. Harus ada juga evaluasi paket kebijakan ekonomi, bisa pertahankan atau malah mengurangi tenaga kerja," tegasnya.

Melalui kebijakan yang tepat, lanjut dia, para pelaku UKM bisa menjaga kelangsungan usaha meski tetap akan mengurangi jumlah karyawan. Beberapa strategi dinilainya bisa dilakukan seperti melakukan efisiensi dengan menekan biaya operasional.

"Kalau pun mengurangi karyawan kita hargai, kalau tidak jalan malah tutup sama sekali itu tidak baik. Kita dorong dia (UKM) pertahankan usahanya dengan strategi lain, tidak dengan mengurangi tenaga kerja, tekan biaya produksi," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: