Menteri Saleh minta perusahaan otomotif bikin pabrik di RI

Kamis, 28 Januari 2016 | 17:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perindustrian Saleh Husin angkat bicara terkait dihentikannya operasional Ford Motor Indonesia. Dia menyebut, hal itu lebih disebabkan karena perusahaan tersebut tidak mempunyai pabrik di Indonesia, sehingga kalah bersaing dengan kompetitor lainya.

Oleh karenanya, Saleh menyarankan agar perusahaan automotif yang ada maupun yang mau masuk ke Indonesia agar berinvestasi untuk mendirikan pabrik perakitan di Indonesia. Pasalnya dengan begitu perusahaan otomotif asing bisa bekerja sama dengan industri komponen lokal untuk menekan biaya.

"Bukan musti ada, tapi untuk bisa bertahan dan bersaing agar tidak kalah dalam persaingan bisnis automotif, tentu harus didukung dengan industri komponen. Jadi saya anjurkan untuk itu," katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Saleh juga menegaskan, hengkangnya Ford dari Indonesia juga tidak mempengaruhi industri automotif di Indonesia. Bahkan sudah ada sederet perusahaan automotif asing yang mengantri untuk berinvestasi di Indonsia

"Ada Wuling yang mau masuk sekitar Rp11 triliun, Mitsubishi Rp6 triliun, Isuzu Rp3,5 triliun. Semuanya akan berproduksi tahun depan. Sekarang pabriknya lagi dibangun," imbuhnya.

Saleh juga mengatakan, hengkangnya Ford juga tidak berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya perusahaan ini tidak memiliki investasi yang berarti. "Enggak ada masalah, Ford enggak ada investasi di sini, cuma jualan mobil di sini," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: