Tingkatkan daya saing produk kayu Indonesia melalui SVLK

Selasa, 26 Januari 2016 | 06:46 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan terus menekankan kepada seluruh pengusaha yang bergerak disektor industri kayu hutan untuk memenuhi ketentuan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) untuk mendapatkan sertifikat legalitas kayu yang akan diekspor. Hal ini dilakukan, tidak hanya untuk memenuhi persyaratan dari negara tujuan ekspor tetapi juga untuk meningkatkan daya saing produk kayu Indonesia di pasar dunia dan pembinaan bagi pengusaha terkait.

"Walaupun saat ini masih belum semua negara yang memberlakukan, tetapi trennya mengarah kesana. Tiongkok misalnya, dengar-dengan juga akan memberlakukan adanya serifikat legalitas kayu yang diimpor kesana," tekan Direktur Direktorat Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan, Suaib Sulaiman dalam acara seminar bisnis untuk mendorong perdagangan internasional produk kayu bersertifikat dari Indonesia yang berkelanjutan, berkualitas dan dijamin di Surabaya, senin (25/1/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan, tren tersebut terus berkembang karena pelanggan membutuhkan jaminan atas kualitas. Selain itu, upaya tersebut juga dalam rangka mengantisipasi terjadinya pembalakan liar atau ilegal loging. Dan dukungan Kemendag dalam mengurangi ilegal logging tertuang dalam Permendag nomor 44/2012 tentang barang hutan dilarang. Walaupun demikian, pemerintah tidak menutup mata. SVLK hanya diwajibkan bagi perusahaan skala besar seperti pulp dan paper, sementara untuk UKM, pemerintah memberikan kemudahan melalui Permendag nomor 89/2015.

Dengan langkah tersebut, Kemendag berharap kinerja ekspor kayu dan produk kayu Indonesia akan semakin meningkat. Apalagi potensinya memang masih cukup besar. Negara Jepang dan China menjadi negera pengimpor kayu terbesar dari Indonesia. Pada 2015, Jepang telah mengimpor kayu dari hutan sebesar 1,8 juta ton, sedangkan Tiongkok sebesar 180 ribu ton.

Jumlah ini menunjukan produk kayu Indonesia masih menjadi pilihan

utama bagi negara-negara di dunia. Selain Jepang dan China, peminat kayu dari Indonesia adalah Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Timur Tengah. Jumlah kayu yang akan di ekspor bisa bertambah, karena

kualitas kayu dari Indonesia sangat bagus dibandingkan negara lain. "Amerika saja mengimpor kayu dari Indonesia, untuk tahun lalu sebanyak 50 ribu ton, belum lagi Timur Tengah dan Eropa," kata Suaib

Suaib mengatakan, dengan melihat banyaknya peminat kayu hutan dari

Indonesia, berarti potensi untuk menambah ekspor semakin besar. Diantara potensi pasar yang sudah terjalin, di China potensi sebesar 20,22%, Jepang 13,22%, Amerika Serikat 11,60%, dan Uni Eropa sebesar

9,20%. "Industri hilir ada legalitas penting, kita tahu potensi pasar sangat besar, kita harus menggarap semua ini dengan baik. Kita juga harus menghindari ilegal loging," tekannya.

Pada saat yang sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia

(APHI) Irsyal Yasman mengatakan, untuk merespon pasar dalam perkayuan, pihaknya

mendatangkan 19 perusahaan perdagangan kayu dari luar negeri, mereka bertemu dengan 28 industri pengolahan kayu Indonesia untuk menjajaki perdagangan lebih baik. "Kami mempertemuan antara buyer dan produsen untuk mencari harga yang cocok. Kami yakin akan mendapatkan hasil maksimal," katanya.

Presiden Intercontinental Hardwood Lenny Shibley mengatakan, saat ini produsen Indonesia menawarkan beragam kayu termasuk plywood, veneer, indoor flooring, outdoor decking, truck flooring, kayu konstruksi, kusen pintu dan jendela, scantlings, dan furniture taman. Untuk meningkatkan pangsa pasar internasional, kualitas dan legalitas kayu merupakan kunci utama. Untuk itu, semua produsen telah mematuhi sistem sertifikasi hutan wajib di Indonesia (SVLK). "Kami hanya menjembatani untuk pertemuan antara pembeli dan produsen, tentunya pelaku usaha ini memiliki izin sertifikasi," katanya.

Keberlanjutan sertifikasi dan legalitas merupakan nilai-nilai inti dari perdagangan kayu tropis. Karena sertifikasi sangat penting untuk mempertahankan pangsa pasar.kbc6

Bagikan artikel ini: