Tahun ini, terminal LNG mini pertama di Indonesia siap beroperasi

Senin, 25 Januari 2016 | 09:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia bakal memiliki Terminal mini Liqufied Natural Gas (LNG) pertamanya pada tahun ini. Terminal yang diberi nama Benoa LNG Terminal ini nantinya akan mampu memenuhi kebutuhan gas sebesar 40 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) di Pesanggaran Bali.

Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PEL) sebagai pengelola Benoa LNG, Gembong Primajaya mengatakan, Benoa LNG akan mulai beroperasi pada Maret 2016 tahun ini.

Kargo pertama rencananya akan dikirimkan pada tanggal 1 Maret 2016, sedangkan untuk terminal akan mulai beroperasi sekitar seminggu lebih cepat. "Kargo akan dikirimkan tanggal Maret, sedangkan lokasi akan sudah mulai beroperasi satu minggu sebelumnya," ujar Gembong di Jakarta, akhir pekan lalu.

Terminal yang beroperasi di Benoa, Bali ini akan resmi beroperasi setelah PEL menandatangani kerjasama senilai 500 Juta Dollar A.S dengan PT Indonesian Power.

Selain itu, PEL juga menjalin kerjasama senilai Rp 100 Juta Dollar A.S dengan Jaya Samudera Karunia Grup (JSK Grup) untuk membangun fasilitas Floating Regasification unit (FRU) dan Floating Storage Unit (FSU). Berbeda dengan Terminal LNG yang konvensional, LNG Benoa ini memisahkan fasilitas untuk proses gratification dengan fasilitas penyimpanan (storage).

Hal ini dilakukan, kata Gembong, karena lokasi yang terbatas. "Di Bali, kapal berukuran yang besar akan sulit beroperasi," ujar dia.

Konsep pemisahan antara FRU dengan FSU dinilai paling ideal untuk Indonesia yang merupakan kawasan kepulauan. Selain itu, waktu pembangunan infrastruktur seperti ini juga diklaim relatif jauh lebih cepat daripada pembangunan infrastruktur di darat.

Chief Excecutive Officer JSK Dennis S.K. mengatakan Benoa LNG akan jadi proyek percontohan. Sehingga bisa menjadi awal untuk pembangunan teknologi energi yang efisien ke depannya.

"Sebagai catatan, setiap 1.000 MW PLTD yang dikonversi menjadi gas dapat menghemat subsidi BBM sebesar Rp 9,6 triliun per tahun," ucap Dennis. kbc10

Bagikan artikel ini: